BERBAGI
Jadwal sekolah, pixabay.com

Ada beberapa SMA Swasta yang hanya menerima 3  siswa saja dan puluhan siswa pada tahun ajaran baru lantaran sepinya peminat

Serat.id–  Sebanyak 58 Sekolah Menengah Atas swasta di Kota Semarang mengaku kekurangan siswa. Para pengelola sekolah mengeluhkan berkurangnya minat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebagai dampak kebijakan sistem zonasi.

“Sekolah yang menengah ke bawah jadi bermasalah dengan adanya aturan zonasi dan SMK semakin banyak minat siswa ke SMA swasta jadi berkurang banyak sekali,” kata Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Swasta Kota Semarang, Untung Cahyono, Kamis 09 Juli 2020.

Baca juga : Kepala Sekolah Swasta di Jateng Minta Tak Ada Pembedaan Sekolah

Kota Semarang Mulai gratiskan Biaya Belajar di Sekolah Swasta

Ratusan Sekolah di Jateng Terapkan Kurikulum Antikorupsi

Menurunnya minat peserta didik juga membuat beberapa SMA Swasta di Kota Semarang terancam untuk tutup.  “Dampaknya jadi berkurang. Yang biasanya kuotanya 3 kelas jadi 2 kelas, kemudian 9 kelas jadi 7 kelas,” kata  Untung menjelaskan.

Ia mengakui sejak beberapa tahun terakhir sekolah swasta telah mengalami penurunan siswa didik, bahkan pada tahun ajaran 2020 terdapat 2 SMA Swasta yang tak menerima peserta didik sehingga sekolah ditutup. Sekolah itu meliputi  di SMA Kartini dan SMA Gita Bahari.

Selain tak menerima peserta didik  juga ada beberapa SMA Swasta yang hanya menerima 3  siswa saja dan puluhan siswa pada tahun ajaran baru lantaran sepinya peminat.

“Itu ada di SMA 17 Agustus dan lainnya cuma 10 siswa, ” katanya.

Untung berharap pemerintah memperhatikan nasib  sekolah swasta agar tidak tutup dan mendapatkan kuota siswa setiap tahun ajaran baru. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here