BERBAGI

Dengan dibukanya data secara transparan terkait persebaran Covid-19 akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan tenaga medis. Selain itu, meminimalisasi korban jiwa dari tenaga medis 

Serat.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah mendesak kepala daerah untuk membuka data dokter yang terpapar Covid-19. 

Humas IDI Jateng,  Reni Yulianti, menilai tidak transparannya kepala daerah terkait data persebaran virus Covid-19 akan menimbulkan keresahan di masyarakat. 

“Sekarang ini semua dokter harus periksa PCR (polymerase chain reaction ) karena kalau levelnya di bawah 20 sudah tidak tertolong. Kami belum selesai mendata karena banyak juga yang cenderung tidak terbuka, seperti kepala daerah itu juga tidak terbuka,” ujar Reni di Semarang, Jumat (10/7/2020). 

Baca juga : Tangani Covid-19, Dalam Sepekan Empat Dokter di Semarang Raya Gugur

Rapid Test Rentan Dibisniskan, Ombudsman Jateng Minta Digratiskan

Tempat Isolasi Covid-19 di Kota Semarang Penuh

Menurut Reni, dengan dibukanya data secara rinci dan transparan persebaran Covid-19 maka akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan tenaga medis. Selain itu, meminimalisasi terjadinya korban jiwa dari tenaga medis seperti dokter. 

“Kalau data itu dibuka kita kan bisa lebih waspada,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan untuk melakukan test PCR rutin, yakni setiap dua minggu sekali. Hal itu untuk mendeteksi dan mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19. 

” Saya juga minta tolong kesehatan diperhatikan betul, dengan test PCR,” katanya. 

Dari informasi yang dihimpun, empat dokter di Jateng yang meninggal akibat Covid-19 itu, di antaranya berasal dari Semarang, Jepara, dan Purwodadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here