BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Orang yang mengambil arca itu paham tentang purbakala. Kalau tidak paham tidak mungkin mangambil benda tersebut

Serat.id – Tiga benda cagar budaya yang berada di pertigaan Jalan Duduhan Raya, perbatasan Kelurahan Jatibarang dan Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, hilang.

Benda berukuran 40 cm2 tersebut berupa tiga batu arca, Ganesha, pecahan ekor Ganesha, dan Lumpang. 

Lurah Jatibarang Kecamatan Mijen, Slamet Sugiharto saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, batu itu sudah lama sekali berada di situ.

Ia menjelaskan, orang yang mengambil arca itu paham tentang purbakala. Kalau tidak paham tidak mungkin mangambil benda tersebut.

“Saya kira itu jaringan, kan sudah tahu menjualnya ke mana. Ini situsnya sudah sekian tahun. Tapi kalau orang umum atau warga saya, saya tindak percaya karena di sana disakralkan oleh warga setempat,” jelasnya. 

Baca juga : Tugu Sidandang Monumen yang Terlupakan

Sungai Gondorio Punya Curug dan Goa Dengan Arca Misterius

Menguak Misteri Tempat Ibadah Umat Hindu Abad IX di Kebun Durian

Sebelumnya, Ngatini (62), warga Duduhan, mengungkapkan, kali pertama yang mengetahui hilangnya batu bersejarah itu suaminya, pada Rabu (8/7) sekira pukul 05.00. 

Menurut Ngatini, saat itu suaminya hendak membuang sampah di seberang jalan, dekat tiga arca itu. 

“Suami saya lalu menanyakan ke pihak RT dan warga, tentang hilangnya benda tersebut,” terangnya. 

Warga lain, Nasikhin (29) menambahkan, anak-anak muda yang nongkrong di gang sebelah sempat melihat mobil pikap L 300 mondar-mandir, padahal sudah larut malam.

Kapolsek Mijen AKP Ady Pratikto menyampaikan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut. “Jangan sungkan-sungkan melapor. Setiap laporan pasti kami tindaklanjuti,” terangnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here