BERBAGI
Kondisi bangunan puncak bukit Gunung Talang yang tak terawat, namun masih menyisakan pemandangan alam yang khas, Anindya/Serat.id

Lokasi itu justru didatangi orang yang menjalankan lelaku mistis dan youtober.

Serat.id – Hutan kota Gunung Talang tak jauh dari pusat Kota Semarang itu masih menyisakan pemandangan alam yang khas.  Di puncak bukit dengan medan yang terjal dan dikelilingi rumah warga terdapat bangunan berbentuk limas yang dulu menjadi sanggar padepokan pencak silat.

Sayangnya kondisi bangunan itu kini memprihatinkan dan hampir roboh. Atap bangunan yang telah berlubang dan dikelilingi pohon dengan akar yang menjuntai tepat ditengah hutan belantara.

Kesan tak terawat semakin terlihat dengan banyaknya daun kering dan pecahan genteng yang berserakan di sekeliling bangunan. Tidak hanya itu saja, tembok bangunan yang kusam serta tumbuhinya tanaman liar pada lantai bangunan menandakan bangunan tersebut telah ditinggalkan lama.

Warga sekitar Gunung Talang mengenal bangunan tua tersebut sebagai padepokan pencak silat di Kota  Semarang yang masyur pada puluhan tahun lalu. ” Dulu itu banyak orang datang ke padepokan itu buat belajar silat,”  kata penjaga Gunung Talang, Suminah, kepada serat.id beberapa waktu lalu.

Baca juga : Tugu Sidandang Monumen yang Terlupakan

Hutan Pinus Kragilan, Destinasi Paling Cocok Untuk Selfi

Fenomena Embun Beku di Dataran Tinggi Dieng

Suminah menceritakan pada tahun 1990an padepokan Gunung Talang kerap disambangi banyak orang yang ingin belajar ilmu bela diri pencak silat. Ia mengingat terakhir kali padepokan tersebut digunakan untuk kegiatan perlombaan pencak silat yakni pada tahun 1997.

“Kala itu saya diminta untuk menyediakan segala kebutuhan konsumsi para atlet pencak silat” kata Suminah menjelaskan.

Namun lambat laun hingga sekarang padepokan tersebut tak lagi dipakai sebagai wahana latihan pencak silat. Suminah tak mengetahui alasan mengapa padepokan tersebut ditinggalkan para pesilat.

Menurut Suminah, sejak padepokan ditinggalkan  dan tak lagi dipakai untuk latihan pencak silat, lokasi itu justru didatangi orang yang menjalankan lelaku mistis.  Pengunjung datang ke padepokan di puncak Gunung Talang pada malam-malam tertentu saja.

Meski saat ini justri ada rombongan anak muda meminta izin melakukan shooting dan menjelajah area padepokan.

“Ada yang kesini tiap malam tertentu katanya mau tirakat, ada juga anak muda yang katanya mau shooting buat di youtube gitu,” kata wanita berusia 55 tahun tersebut.

Suminah berharap agar padepokan Gunung Talang kembali dihidupkan lagi dan menjadi perhatian pemerintah kota Semarang. ” Sia-sia kalau bangunan itu dibiarkan gitu aja, malah jadi tempat jujukan orang gak bertanggung jawab,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Sapto Adi mengatakan hutan kota Gunung Talang merupakan salah satu dari empat hutan kota yang di kelola oleh Pemkot Semarang seperti hutan kota Tinjomoyo, TBRS dan Krobokan. “Kami kan ada empat hutan kota semua kita rawat sampai sekarang,” kata Sapto.

Menurut Sapto, Gunung Talang merupakan hutan kota yang rawan longsor  karena berada di puncak bukit yang dikelilingi perumahan. Untuk mencegah terjadinya longsor pihaknya telah menanam tanaman vertiver sebagai sabuk bukit.

“Itukan di atas pemukim warga kita tanam vertiver sepanjang 400 meter untuk mencegah longsor,” katanya.

Sapto mengimbau warga yang berada di sekitar Gunung Talang tetap menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan menebang pohon. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here