BERBAGI
serat.id
Ilustrasi, pixabay.com

Sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19

Serat.id – Seorang anggota DPRD Jawa Tengah, Syamsul Bahri dinyatakan meninggal dunia. Mendiang Syamsul merupakan anggota Komisi E dari Fraksi Partai Golkar sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Kematian angota dewan akibat Covid-19 itu menjadikan gedung DPRD Jateng  di Pahlawan Kota Semarang ditutup selama tiga hari, yakni mulai hari ini, Senin (13/7) hingga tiga hari ke depan. Selain itu gedung wakil rakyat itu disemprot dengan disinfektan dan penerapan protokol kesehatan lainnya.

Baca juga : Lagi, Seorang Perawat di RSUP Kariadi Positiv Covid-19 Meninggal

IDI Jateng Desak Pemerintah Transparan Data Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Tangani Covid-19, Dalam Sepekan Empat Dokter di Semarang Raya Gugur

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sudah minta agar anggota dewan lain melakukan tracing terhadap kontak erat dan kontak dekat almarhum selama beraktifitas di gedung berlian itu.

“Saya minta tracingnya dikejar, sehingga bisa diketahui dan dilakukan penanganan,” kata Ganjar, Senin 13 Juli 2020 siang tadi.

Disinggung soal penutupan kantor DPRD Jateng selama tiga hari, Ganjar mengatakan itu tidak akan mengganggu aktifitas kerja di sana. Sebab sebenarnya, penutupan itu bukan kali pertama, beberapa kali kantor DPRD Jateng sudah melakukan itu.

“Sudah beberapa kali sih, bukan hanya kali ini saja. Maka kita minta untuk on off sekaligus minta daftar kegiatan yang ada di sana. Ini bukan yang pertama, mungkin karena tidak terekspose saja, beberapa kali sudah dilakukan itu,” kata Ganjar menjelaskan.

Selama penutupan itu, semua kegiatan tetap berjalan normal tanpa ada gangguan. Sebab menurut Ganjar, DPRD Jateng sudah terbiasa menggunakan elektronik.

Tercatat Syamsul Bahri meninggal pada Minggu 12 Juli 2020 kemarin. Sebelum meninggal, Syamsul diketahui beberapa kali beraktifitas di Gedung DPRD Jateng.  Selama penutupan itu, seluruh anggota dewan dan staf komisi juga akan melakukan pemeriksaan massal. Hal itu dilakukan guna mencegah penularan covid-19 semakin meluas. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here