BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Tak mau dipindah ke panti sosial, lebih memilih tinggal sebatang kara di gubug kecil

Serat.id – Kasmini tetap kekeh bertahan meski raganya yang renta di usia 75 tahun. Ia tak mau dipindah ke panti sosial, lebih memilih tinggal sebatang kara di gubug kecil yang menempel dengan rumah warga di Kampung Kinibalu, RT 3 RW3 Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

“Saya tak punya anak, hanya hidup sendiri,” kata Kasmini, kepada Serat.id, Minggu 12 Juli 2020.

Baca juga : Minim Perlindungan dan Miskin

Minim Perlindungan dan Miskin

Airy-Dompet Dhuafa Hadirkan Platform Donasi Digital

Kasmini tinggal menetap di gubuk semi permanen sempit sudah tak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup. Raganya yang renta hanya mengandalkan belas kasihan dari warga sekitar tempat dia tinggal.   “Kebutuhan sehari-hari dibantu warga sekitar, pak RT sini. Mereka semua baik hati, berbalas kasihan kepada saya,” kata Kasmini menambahkan.

Perempuan yang pendengaranya semakin berkurang dan sulit diajak komunikasi itu justru merasa nyaman dengan kebaikan warga sekitar. Meski selama ini tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah karena tak terdaftar sebagai warga yang tinggal di kampung itu. 

“Biarlah warga di sini yang berbaik hari, saya merasa nyaman,” katanya

Koordinator Tim Penjangkauan Dinas Sosial (TPD) Kota Semarang, Dwi Supratiwi mengatakan, sedang mengupayakan agar Kasmini bersedia tinggal di panti. Dwi menyatakan sebenarnya dinas sosial akan mengirim Kasmini ke panti jompo untuk kehidupan yang lebih baik lagi.

“Kami berusaha membujuknya secara baik-baik agar mau tinggal di panti sosial. Pak RT sini juga berharap agar Mbah Kasmini bisa dibawa ke panti agar mendapatkan tempat yang lebih layak,” kata Dwi.

Padahal, kata Dwi, secara fisik Kasmini sudah tak mampu beraktivitas, bahkan pendengarannya sudah mulai berkurang dan sudah tidak dapat mengucapkan banyak hal. TPD mendapatkan tugas untuk merujuk  dia agar penerima bantuan dinas sosial ke panti yang agar mudah dipantau oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Ada panti milik pemerintah dan juga panti kerja sama milik yayasan masyarakat yang resmi sebagai binaan Dinsos Kota Semarang. Mereka sudah biasa menerima kelayan dari dinas sosial,” katanya.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Semarang, Muthahar membenarkan pendapat Dwi Supratiwi. Ia juga mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini Kasmini mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementrian Sosial.

“Sebelum ada wabah ini, belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah,” kata Muthahar .

Dia berharap organisasi berbasis masyarakat di bawah naungan Dinsos Kota Semarang untuk bersedia membantu untuk menjangkau masyarakat yang dirasa membutuhkan uluran tangan. Apa lagi ada banyak pilar-pilar kesejahteraan sosial di dinas sosial, seperti karang taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

“Masyarakat selaku pekerja sosial dapat mengupayakan yang terbaik bagi yang membutuhkan, baik secara mandiri maupun bersama Dinsos Kota Semarang,” katanya.

Selain melaporkan kepada pemerintah, kepekaan sosial di masyarakat bisa menjadi solusi bagi golongan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS). “Ada yang melapor agar segera kita tindak lanjuti. Ada juga yang menjadi urusan warga dengan alasan lahan pahala untuk berbagi kepada sesama,” kata Muthahar menjelaskan.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here