BERBAGI

Maraknya publik bersepeda bukan hanya mengikuti tren, namun juga pertimbangan menjaga kesehatan.

Serat.id- Saiful Mujab Saekhun tak lagi jenuh saat menghadapi pandemi yang berdampak pada pekerjaan dan kegiatannya. Dengan sepeda baru yang ia beli, kini dia sibuk menggowes menghilangkan rasa bosan meski tekanan ekonomi yang sedang terpuruk.

[Videografis] Nggowes, Menghilangkan Rasa Bosan dan Tekanan. (Serat.id/A. Arif)

“Saat ini pengaruh musim pandemi yang menyarankan berjemur. Akhirnya jatuh cinta lagi sama sepeda,” kata Saiful kepada serat.id, Jumat 10 Juli 2020.

Sebenarnya sudah lama Saiful meninggalkan kebiasaan bersepeda. Warga Kecamatan Genuk itu lebih memilih menjadi penggemudi angkutan online untuk mengisi waktu senggang sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Sepeda Koleksi Ganjar, Klasik Rangka Kayu Hingga Balap

“Saya menjadi driver sudah beberapa bulan ini. Sebelum ada pandemi Covid-1, saya sudah menjalaninya,” kata Saiful, sapaan akrab bapak tiga anak ini mengawali ceritanya.

Wabah pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan membuat orderannya sepi. Bahkan, tak jarang sehari hanya mendapatkan beberapa penumpang.

Kondisi itu sempat membuat perekonomian keluarga goncang, ditambah kebijakan pemerintah yang menerapkan kerja dari rumah saat itu. Lengkap sudah derita yang dialaminya.

Di tengah kebosanan itu akhirnya ia mencoba mengalihkan perasaan yang tak karuan dengan bersepeda. Selain mengalihkan rasa bosannya, ia berpikir harus tetap sehat tanpa keluar biaya banyak.

Baca juga: Meraih Untung di Tengah Booming

Saiful mengaku sebelumnya kerap bersepeda di sekitar pekarangan kampungnya dengan sepeda model lama. Pria yang juga ahli di bidang dekorasi kini akhirnya membeli sepeda merk-nya Pacific Splendid plus yang harganya sekitar Rp5 juta.

Dia tak muluk-muluk membeli sepeda dengan brand yang ternama. Bagi dia gowes dengan sepeda sederhana yang penting bermanfaat.

“Hakikatnya bersepeda kan ikhtiar untuk sehat, selain membuang rasa jenuh di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Saiful.

Kebiasan bersepeda menghadapi pandemi juga dilakukan Wiwik Apriliani, warga di Kecamatan Genuk Kota Semarang. Wiwik kini suka nggowes dengan pertimbangan menjaga kesehatan di tengah kebosanan karena pandemi. Perempuan berusia 32 tahun itu menyebut bersepeda memiliki banyak manfaat.

“Selain mengalihkan rasa bosan dan menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19, juga berlatih bersosialisasi dengan masyarakat lainnya,” kata Wiwik.

Baca juga: Uji Nyali Penggowes yang Merindukan Jalur Khusus

Ia mengaku bersepeda lebih mengasyikkan sekaligus nyaman. “Menambah kebugaran tentunya,” kata Wiwik menambahkan. Ibu rumah tangga itu mengaku memiliki sepeda merk Polygon Xtrada yang harganya ditaksir mulai Rp5 juta sampai Rp5,5 juta.

Pendiri Komunitas WindBike Jawa Barat, Dian Wahyu Puspitasari mengatakan maraknya publik bersepeda bukan hanya mengikuti tren, namun juga pertimbangan menjaga kesehatan. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang.

“Inilah yang menjadikan bersepeda sebagai gaya hidup,” kata Dian.

Dia menyebut bersepeda selain bermanfaat untuk kesehatan juga mengurangi polusi udara, termasuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here