BERBAGI
Ilustrasi, retak, Altoff/pixabay.com

Beberapa kelas di sekolah itu tak bisa digunakan lagi untuk aktivitas belajar dan mengajar

Serat.id – Dinas Pendidikan Kota Semarang berjanji akan merelokasi Sekolah Dasar Negeri Jabungan yang bertahun-tahun sudah rusak parah. Bahkan beberapa kelas di sekolah itu tak bisa digunakan lagi untuk aktivitas belajar dan mengajar.

“Soal relokasi masih dalam proses pengajuan anggaran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Selasa 14 Juli 2020.

Berita terkait : Empat Ruang SDN Jabungan Nyaris Roboh

Menurut Gunawan, relokasi sebagai solusi karena kontur tanah di sekitar SD Jabungan labil  sehingga menyebabkan beberapa bangunan sekolah rusak parah dan membahayakan siswa.  “SD Jabungan memang kami rencanakan untuk eksekusi. Rencananya relokasi akan dilakukan di 2021 nanti,”  kata Gunawan menambahkan.

Ia mengaku  telah melihat retakan bangunan di SDN Jabungan yang sudah menjalar ke beberapa bangunan lain yang berada di sebelah barat. Gunawan mengatakan jika tidak secepatnya diambil tindakan sangat membahayakan pengajar maupun siswa SD Jabungan.

“Saya berharap, kondisi Sekolah saat ini bisa menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Semarang,” katanya.

Kepala SDN Jabungan, Suryanto mengatakan, beberapa ruangan yang tidak bisa digunakan  meliputi ruang guru, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan ruang kepala Sekolah.  Bangunan di SDN Jabungan sudah mulai retak-retak sejak 2016. Namun, seiring bertambahnya tahun, retakan tersebut semakin menjalar ke ruangan-ruangan yang lain.

“Ini merupakan kerusakan yang paling parah. Kita sudah was-was sejak 2016 yang lalu, ” katanya.

Kerusakan bangunan itu menimbulkan warga sekitar sekolah ingin membantu memperbaiki. Karena kebijakan pembanguan bukan wewenang kepala sekolah, akhirnya Suryanto tak berani memutuskan menerima bantuan perbaikan .

“Sebenarnya ada warga sekitar yang ingin membantu perbaikan. Namun itu bukan wewenang saya. Pihak sekolahan harus koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang,”  katanya.

Rasa was-was Suryanto sedikit berkurang karena adanya Covid-19, karena siswa SDN Jabungan harus belajar di rumah.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here