BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan lamanya pengurusan KTP merupakan permasalahan yang tidak bisa ditoleransi

Serat.id – Warga Kota Semarang mengeluhkan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) yang tak kunjung jadi. Hal itu diadukan melalui sistem pelaporan milik Pemkot Semarang “Lapor Hendi”.

Agus Warga Semarang mengungkapkan, dirinya mulai mengurus KTP untuk anaknya pada 18 Desember 2019. Anaknya juga sudah memproses pembuatan kartu tanda penduduk itu seperti biasa.

“Saya dijanjikan, KTP anak saya dalam seminggu jadi,” jelas Agus Warga Semarang, Rabu (15/7/2020). 

Baca juga : Ganjar Minta 1 Juta Blanko E-KTP Segera Dikirim ke Jateng

Ganjar Sepakat e-KTP Invalid di Jawa Tengah Dimusnahkan

Dia mengatakan, namun beberapa hari kemudian dia mendapatkan kabar data anaknya belum masuk dalam pengurusan KTP.

Setelah itu, Agus diminta mengantarkan anaknya untuk pemotretan di mobil layanan keliling Disdukcapil Kota Semarang.

Sesampainya di mobil layanan keliling itu, petugas memberikan informasi KTP anaknya sudah jadi pada Maret lalu. 

“Setelah mengikuti arahan petugas tersebut, KTP tidak bisa saya dapatkan,” keluhnya. 

Setelah bingung mengikuti anjuran petugas, Agus malah diminta untuk membuat surat kehilangan. Lalu, mengurus proses pembuatan KTP dari awal lagi. 

“Namun hingga dirinya mengirimkan laporan, KTP tersebut tak kunjung jadi,” ujarnya. 

Mendengar laporan tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi naik pitam. Menurutnya, lamanya pengurusan KTP merupakan permasalahan yang tidak bisa ditolerir. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here