BERBAGI
Bobson, pixabay.com

“Saat ini harga daging ayam broiler di kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram,”

Serat.id – Sejumlah peternak broiler di Jawa Tengah mengeluhkan harga daging ayam yang rendah di pasaran. Tercatat harga daging ayam broiler Rp12 ribu per kilogram jauh dari harga harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu.

“Saat ini harga daging ayam broiler di kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram. Kami jelas merugi,” kata peternak asal Temanggung, Agus Sujoko saat audiensi dengan pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng, Jumat, 17 Juli 2020.

Baca juga : Ini Pemicu Harga Ayam di Kota Semarang Naik

Kenaikan Harga Telur Ayam Ras dan BBM Sumbang Inflasi Tertinggi Jateng

Sidak Ramadan, Mendag Minta Pedagang Turunkan Harga Telur dan Ayam

Agus mengaku terpaksa beralih menjadi peternak ayam petelur karena rendahnya harga jual ayam broiler. Menurut dia, harga jual ayam maksimal Rp13 ribu per kilogram itu tak sesuai dengan biaya perawatan, bahkan jika harga ayam broiler di pasar lokal berkisar Rp18 ribu per kilogram itu hanya dapat menutup biaya pakan. “Dengan catatan tidak banyak terjadi kematian ternak, jika banyak yang mati pasti kami merugi,” kata Agus menambahkan.

Ia menyadari anjlognya harga ayam  broiler tidak lepas dari wabah Covid-19 yang dampaknya begitu luas ke berbagai kalangan masyarakat. 

Sukahono sesama peternak ayam broiler asal Temanggung mengatakan anjlognya harga daging ayam sudah berlangsung sekitar satu tahun. Namun dampaknya sangat terasa di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Kami berharap pemerintah membantu para peternak mandiri agar tetap bisa bertahan,” kata Sukahono.

Ia yang yang sudah delapan tahun menekuni ternak ayam broiler mengaku kesulitan memutar biaya beternar jika harga masih di bawah standar harga itu.

Kepala Divisi Produksi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Irwanu berjanji  mengaku mendapat tugas dari Kementrian BUMN untuk menyerap hasil peternak ayam broiler yang rata-rata dilakukan secara mandiri.

“Maka, kami bekerja sama dengan Kadin Jawa Tengah. Untuk volume pembelian akan dikoordinasikan dulu dengan pusat.,” kata Irwanu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here