BERBAGI
Ilustrasi, Tenaga Kerja Kontruksi, pixabay.com

“Hanya Purworejo, Blora, Kota Magelang dan Kebumen  yang tak ada tenaga kerja asing,”

Serat.id –  Warga asal China mendominasi tenaga kerja asing di Jawa Tengah dengan jumlah mencapai 4.180 orang atau sekitar 31 persen dari total keseluruhan warga negara asing di Jateng yang jumlahnya 13.441 orang.

“Disusul Jepang 2.019 orang, Korea Selatan 1.527 orang, India 1.260 orang, AS 470 orang,” kata Kabid Penempatan Kerja Disnaker Jawa Tengah, Ahmad Aziz, Rabu 22 Juli 2020.

Baca juga : Dua Pekerja Ini diPHK Sepihak oleh PT NBI

Eufemisme Pekerja Media dan Keniscayaan Berserikat

Tolak RUU Omnibus Law, Aktivis dan Buruh Kembali Turun ke Jalan

Tercatat selain negara yang ia sebutkan itu ada sejumlah tenaga kerja asing di Jateng seperti Malaysia  Philippina, Inggris, Australia, Singapura  dan sejumlah negara lain. Menurut Azis mereka bekerja di bidang masing-masing termasuk menjadi manager 3.998 orang, konsultan 3.300 orang, dan direksi 994 orang,.

“Ada juga menjadi teknisi 253 orang, supervisor 249 orang dan komisaris 88 orang,” kata Aziz menambahkan.

Para tenaga kerja asing itu tinggal di sejumlah kabupaten dan kota di Jateng. Selain Kota Semarang, mereka juga tinggal di Kabupaten Jepara, Kabupten Sukoharjo, Grobogan , Kota Salatiga, Boyolali, Kendal Batang dan daerah lain.

“Hanya Purworejo, Blora, Kota Magelang dan Kebumen  yang tak ada tenaga kerja asing,” kata Aziz menjelaskan.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Esti Winahyu Nurhandayani telah meningkatkan koordinasi lintas lembaga tingkat Jawa Tengah. Hal ini sebagai langkah antisipasi pengawasan orang asing, khususnya di wilayah kerjanya.

“Kami sudah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora). Ini untuk mendukung terwujudnya Jawa Tengah yang kondusif dan stabil dalam pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi Covid-19,” kata Esti. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here