BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Agar pekerja media lainnya lebih berhati-hati tidak tertular

Serat.id –  Aliansi Jurnalis Independen  (AJI) Indonesia mendesak lembaga atau perusahaan media terbuka atas kondisi pekerjanya yang terinfeksi Covid-19. Keterbukaan informasi itu penting agar pekerja media lainnya lebih berhati-hati tidak tertular.

“Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan bisa seperti yang dilakukan menutup kantor secara sementara atau melakukan tindakan lain yang dinilai efektif untuk mencegah virus terus menyebar kepada pekerja lain, keluarga, dan juga kepada nara sumbernya,” kata Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan, Kamis, 23 Juli 2020.

Baca juga : Covid-19 Mewabah, Ini Saran AJI Semarang Untuk Pekerja Media

Hadapi Dampak Covid-19, ini langkah AJI Surabaya dan LBH Lentera Untuk Jurnalis

AJI Indonesia Kembali Serukan Jurnalis meningkatkan Keselamatan

AJI Indonesia menyebut kewajiban melindungi kesehatan pekerja tertuang dalam Pasal 86 Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyatakan, setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas kesehatan dalam bekerja.

Selain itu, Manan juga mendorong pekerja media secara aktif meminta perusahaan medianya terbuka jika ada rekan kerjanya yang dinyatakan positif agar ada tindakan pencegahan segera. “Para pekerja media juga bisa melaporkan kondisi tersebut kepada Gugus Tugas Covid-19 di pemerintahan agar ada upaya segera guna mencegah penyebarannya,” kata Manan menambahkan.

Saat ini AJI Indonesia membuka kotak pengaduan Covid-19 untuk Pekerja Media sebagai upaya membantu terlindung dari penularan Covid-19. Pengaduan bisa disampaikan melalui email sekretariat@ajiindonesia.or.id.

Pengaduan itu akan menjadi bahan untuk advokasi dan pendampingan terhadap pekerja media yang berada di perusahaan media yang ditemukan ada kasus Covid-19 sehingga diharapkan ada tindakan segera yang bisa dilakukan untuk mencegah penularannya.

“Kami menyerukan kepada jurnalis dan perusahaan media untuk meningkatkan kehati-hatiannya demi keselamatan dengan cara mematuhi protokol kesehatan yang sudah diberikan oleh pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” kata Manan menegaskan.

Tercatat jumlah kasus infeksi Covid-19 yang menimpa pekerja media di Indonesia terus bertambah. Kabar terbaru, tiga pegawai di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) positif Covid-19.

Untuk mencegah penularan, kantor RRI di Jalan Medan Merdeka Barat No.4-5, Jakarta Pusat ditutup sementara sejak hari Rabu (22/7/2020) hingga 14 hari ke depan. Pegawai RRI akan bekerja dari rumah dan RRI tetap siaran.

Selain di RRI, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia juga mendengar informasi soal ada pekerja media di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia yang para pekerjanya diidentifikasi positif Covid-19. Berdasarkan informasi awal, jumlah yang diidentifikasi positif lebih dari 20 orang.

“AJI masih mendalami informasi soal ini dan sedang memverifikasi,” kata Manan menjelaskan.

Sebelumnya, kasus infeksi terhadap pekerja media ini juga ditemukan di Surabaya, Jawa Timur. Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jatim di Surabaya mencatat ada dua karyawannya meninggal karena Covid-19.

Temuan ini mendorong TVRI menutup kantornya selama 15 hari sejak 12 Juli 2020 dan mengisi siaran dengan me-relay tayangan dari TVRI Pusat. Selain TVRI, RRI Surabaya juga menghentikan operasinya sementara setelah lebih dari 50 pegawainya positif Covid-19.

Selain dua pegawai TVRI, ada satu pekerja media di Denpasar, Bali, yang meninggal akibat Covid-19. Wartawan itu awalnya mengeluh sesak napas dan tidak enak badan pada 1 Juli 2020 lalu. Keluarga lantas membawanya ke Rumah Sakit Daerah Mangusada, Badung. Ia meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit. Hasil swab test terhadapnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Berkaca dari kasus di Surabaya, yang diduga menjadi salah satu penyebab menyebarnya infeksi karena kurangnya keterbukaan soal adanya pegawainya yang terinfeksi. Dampak itu yang menjadi penyebab penularan karena pekerja yang lain tidak waspada.

“Keterbukaan perusahaan dan lembaga media penting agar virus itu tidak terus menyebar kepada yang lain, baik rekan kerja, keluarga dan orang yang berhubungan dengan pekerja media,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here