BERBAGI
telepon pintar
Telepon pintar, Foundry/pixabay.com

Indeks dana BOS tahun 2020, setiap siswa SMP mendapat Rp900 ribu per hingga Rp1,1 juta. Sedangkan setiap siswa SMK dan SMA dapat Rp1,5 juta hingga 1,6 juta.

Serat.id –  Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto mengusukan agar dana bantuan operasional sekolah (BOS) dibelikan gadget lengkap dengan kuota internet untuk mempermudah belajar dari rumah. Usulan  anggota dewan itu sebagai sikap menghadapi sistem belajar dari rumah saat pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi ini, gadget itu jadi Sarpras pendidikan. Kalau memang dibutuhkan, siswa diberikan gadget untuk sarana belajar dari rumah. Dana dari mana? Kalau itu masuk sarpras pendidikan mestinya bisa dari BOS,” kata Yudi saat diskusi bertema Lindungi Anak Sehat, Cerdas dan Kreatif di tengah Pandemi Covid 19 di Hotel Horison In Alaska Kota Semarang, Jumat, 24 Juli 2020 siang tadi.

Baca juga : Mengintip Pola Pembelajaran saat Pandemi dari Negeri Paman Sam

Guru Agama Islam Semarang Setuju Proses Pembelajaran Jarak Jauh

Kembali nyantri di Tengah Pandemi, Ikuti Maklumat Ini

Usulan Yudi itu dikaitkan dengan indeks dana BOS tahun 2020, setiap siswa SMP mendapat Rp900 ribu per hingga Rp1,1 juta. Sedangkan setiap siswa SMK dan SMA dapat Rp1,5 juta hingga 1,6 juta. Sedangkan Pemprov Jateng memiliki kewenangan pengelolaan pendidikan di jenjang SMA sederajat.

“Artinya, mencukupi. Misalnya, jika sebelumnya seragam sekolah ditanggung pemerintah maka saat ini bisa saja dialihkan dulu untuk sarpras tadi (gadget). Program-program lain yang dirasa bisa dialihkan, seperti boardingschool dan pengadaan komputer bisa dialihkan dulu,” ujar Yudi menjelaskan.

Saran pemberian Gadget untuk siswa, Kata Yudi diimbangi dengan kelengkapan diseting aplikasi hanya untuk pembelajaran, sehingga penggunaanya BOS tepat sasaran. “Jadi, gadget tak bisa digunakan untuk game online. Browsing pun hanya dibatasi web tertentu saja,” kata Yudi menambahkan.

Kebijakan yang ia sarankan itu dinilai jelas akan meringankan beban orang tua. Apalagi orang tua yang terkena imbas langsung dari Covid 19 dari sisi ekonomi. “Sudah orang tua susah cari pendapatan, eh anak minta kuota internet untuk belajar. Bisa jadi tambah pusing,” katanya.

Meski begitu, Yudi tetap meminta orang tua ikut aktif dalam pendidikan anak. Terutama berkaitan dengan pendidikan karakter anak. Dengan banyak membaca buku atau artikel di internet, katanya, anak akan semakin cerdas.

Kepala Dinas Perempuan dan Anak Jateng, Retno Sudewi mengatakan tingkat kekerasan pada anak dan perempuan di masa pandemi ini meningkat. Hal itu dikhawatirkan mengingat perempuan yang juga berperan sebagai ibu ini berperan penting dalam pendidikan anak secara daring.

“Anak-anak ini sudah mulai bosan di rumah dan 80 persen ingin kembali ke sekolah. Agar tak bosan, kami mengadakan webinar, workshop, fotografi, penulisan dan kita lombakan,”  kata Retno.

Menurut dia, imbauan dan konseling pada masyarakat terus dilakukan di tengah pandemi saat keluarga banyak aktivitas di rumah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here