BERBAGI
Sejumlah kambing di tempat penjualan hewan kurban jalan Jolotundo sekitaran Masjid Agung Jawa Tengah. dok/serat.id

Sejumlah rekomendasi agar hewan kurban yang hendak disembelih tetap memenuhi kriteria ditetapkan

Serat.id  – Kepala Bbidang Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Abdullah, menyatakan kriteria hewan yang hendak dikurbankan tak hanya memenuhi syariat, namun juga  baik dari sisi kesehatan. Abdullah mengeluarkan sejumlah rekomendasi agar hewan kurban yang hendak disembelih tetap memenuhi kriteria ditetapkan .

“Hewan kurban yang baik dan sehat itu tidak ada cacat. Kemudian tidak kurus dan cukup umur,” kata Abdullah, kepada serat.id belum lama ini.

Baca juga : Pemerintah Jateng Imbau Penjualan Hewan Kurban Lewat Online

Hewan Kurban di Kota Semarang dipastikan Bebas Antrax

Pembagian Daging Kurban diawetkan Dalam Kemasan ? Ini Fatwa MUI

Menurut Abdullah hewan yang hendak dikurbankan tidak boleh dalam kondisi cacat. baik penglihatan atau buta, pincang, termasuk cacat organ lainnya.  Abdullah menjabarkan, untuk kambing minimal berusia satu tahun. Sementara sapi dan kerbau minimal berusia dua tahun dan jenis kelamin diutamakan jantan.

“Misalnya sapi ketika berumur 12 bulan dapat dilihat dari semua gigi susu lengkap. 15 bulan muncul satu gigi tetap. Berusia 2 tahun tumbuh dua gigi seri tetap,” kata Abdullah menjelaskan.

Sedangkan Ketua Juru sembelih halal Indonesia (Juleha)  Jawa Tengah, Eri Gunarto mengatakan, salah satu syarat utama penyembelihan hewan kurban yang baik secara agama harus memastikan kedua saluran di sekitar leher terputus.

“Salurannya meliputi saluran pernapasan dan saluran makan. Jangan lupa membaca basmalah dan selawat nabi saat akan menyembelihnya,” kata Eri.

Terkait sarana untuk menyembelih, Eri menekankan pisau atau golok yang dibuat untuk menyembelih harus tajam dan tidak berkarat. Sementara untuk ukurannya minimal 1,5 kali lebar leher hewan. Untuk kambing  lebar minimal 20 centimeter dan  sapi 30 centimeter.

“Ujung pisau melengkung ke luar. Jangan lupa selesai digunakan harus dibersihkan dan dicek kembali ketajaman sebelum digunakan lagi,” kata Eri menjelaskan.

Menurut Eri, penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di luar rumah pemotongan hewan (RPH), asalkan memenuhi syarat.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here