BERBAGI
Gedung bekas rumah pengusaha era klonial Oei Tiong Ham, runtuh sekitar pukul 16.00 sore tadi. Gedung yang berada di jalan Kyai Saleh No 12 – 14 Kota Semarang digunakan untuk Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng – Daerah Istimewa Yogyakarta. serat.id/kontrbutor1

Gedung yang berada di jalan Jalan Kyai Saleh No 12 – 14 Kota Semarang digunakan untuk Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3

Serat.id  – Gedung bersejarah bekas rumah milik pengusaha era kolonial Oei Tiong Ham, runtuh sekitar pukul 16.00 sore tadi. Gedung yang berada di jalan Jalan Kyai Saleh No 12 – 14 Kota Semarang digunakan untuk Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng – Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Awalnya saya mengira suara petir. Tapi saya tidak melihat adanya mendung. Ternyata gedung OJK Jateng-DIY roboh,” kata Danditya 35 tahun, seorang saksi yang berada di lokasi, kepada serat.id, Selasa, 28 Juli 2020.

Baca juga : Gedung Bekas Kantor SJS Terbakar

Sudah Lama Rusak, Gedung SDN Jabungan Semarang Baru direlokasi 2021

Cerita Sejarah di Balik Kemeriahan Lawang Sewu

Danditya mengatakan, awalnya dia bertamu di rumah temannya yang lokasinya persis berhadapan dengan Kantor OJK Regional 3 Jateng – DIY. Saat itu, dia bersama temannya tengah ngobrol di ruang belakang sambil menikmati kopi ia mendengar suara gemuruh.

“Insiden itu terjadi sekitar pukul empat sore. Saya melihat wartawan malah datang lebih awal dari aparat kepolisian,” kata Danditya menambahkan.

Kepala OJK Regional 3 Jateng – DIY, Aman Santosa, mengatakan gedung tersebut diakui terlihat retak-retak sejak sepekan terakhir, OJK juga berencana merenovasi.

“Sebenarnya sudah dalam proses renovasi, namun sebelum direnovasi malah sudah dirobohkan oleh alam. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Aman.  

Ia memperkirakan robohnya gedung bagian depan menimbulkan kerugian sekitar Rp 100 juta  hingga Rp 200 juta.

Menurut Aman, sebelumnya sudah ada analisa tim cagar budaya jika bangunan tersebut harus segera direnovasi karena bangunan tersebut sudah berdiri sejak ratusan tahun. “Sudah beberapa tahun ada rencana untuk renovasi, tapi baru terlaksana sekarang. Sudah ada persiapan ruangan dikosongkan. Kami memang akan meruntuhkan bagian itu (teras lobi),” kata Aman menjeaskan.

Pantauan lapangan, area komplek gedung diberi garis polisi. Sejumlah masyarakat yang melintas juga mengabadikan momen tersebut dengan mengambil gambar. Sementara di dalam area, sejumlah aparat kepolisian memeriksa bangunan  yang roboh.

Gedung yang ditempati OJK Regional Jateng DIY sejak 2015 merupakan bangunan tua yang berdiri di lahan seluas 8 ribu meter persegi. Bangunan itu peninggalan konglomerat abad 19 asal Kota Semarang bernama Oei Tiong Ham. Dalam banyak literatur,  Oei Tiong Ham dijuluki raja gula sekaligus orang terkaya se Asia pada zamannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here