BERBAGI
Pekerja
Ilustrasi, pixabay.com

Selain UMKnya lebih rendah, juga kondisi para pekerja yang rata-rata para perempuan yang keberatan karena jarak jauh di luar tempat tinggal.

Serat.id –  Ratusan buruh PT Pinnacle Apparels Semarang, menuntut agar perusahaan tempat mereka bekerja memberikan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sesuai aturan yang berlaku. Mereka mengadukan nasibnya kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah di jalan Pahlawan Kota Semarang, yang berujung mediasi meski belum menemukan kesepakatan dengan perusahaan.

“Mereka juga ditawari mutasi ke Bawen, sehingga upahnya disesuaikan  dengan UMK Kabupaten Semarang. Jelas kami tolak,” kata Sekretaris Serikat Pekerja Independent (SPI) Bayu Saputro, saat mendatangi kantor Disnaker Provinsi Jateng, Rabu, 28 Juli 2020 siang tadi.

Baca juga : Tolak RUU Omnibus Law, Aktivis dan Buruh Kembali Turun ke Jalan

Buruh Semarang Tuding Wakil Rakyat di Senayan Berkhianat

Klaster Penularan Covid-19 di Perusahaan, Buruh Desak Pemkot Semarang Terbuka

Menurut Bayu, para buruh meminta PHK masal, namun perusahaan tidak mau memenuhi, sehingga mereka mengadukan nasibnya ke Disnaker dan minta mediasi agar menemukan solusi. Menurut Bayu, perusahaan enggan memenuhi tuntutan dengan alasan buyer dari Amerika sedang pailit karena Covid-19 ini.

Namun ia tak peduli, karena alasan yang disampaikan perusahaan tak masuk akal. “Saya tidak peduli dengan alasan buyer, karena kami urusanya ya dengan perusahaan,” kata Bayu menegaskan.

Tercatat unit produksi PT Pinnacle Apparels berada di kawasan pelabuhan tanjung Emas Semarang dan di Bawen Kabupaten Semarang. Saat pandemi Covid-19, karyawan kedua unit produksi di pelabuhan Tanjung Emas Semarang dipindah ke unit 3 di Bawen.

Namun hal itu ditolak, selain UMKnya lebih rendah, juga kondisi para pekerja yang rata-rata para perempuan yang keberatan karena jarak jauh di luar tempat tinggal. Selain itu di antara pekerja ada yang baru melahirkan dan menyusui sehingga sangat rentan.

Bayu menjelaskan mediasi yang difasilitasi Disnaker Provinsi tak menemukan kesepekatan sehingga menunggu aksi lebih lanjut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sempat menemui para pekerja mengatakan telah berupaya menecarikan solusi terkait pengaduan buruh tersebut.  “Tadi sudah ditemui Disnakertrans, InsyaAllah nanti kami carikan solusinya,” kata Ganjar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here