BERBAGI
Masjid
Ilustrasi, pixabay.com

“Bila didapati jemaah tidak menaati ketentuan tersebut, maka akan diminta pulang oleh petugas,”

Serat.id – Pimpinan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menerapkan sejumlah aturan bagi jamaah yang hendak mengikuti sholat jamaah Idul Adha saat pandemi Covid-19. Pengelola MAJT tak ingin kawasan masjid menjadi klaster baru Covid-19, khususnya penularan saat penyelenggaraan salat Idul Adha 1441 Hijiriah.

“Kami mohon jemaah benar-benar disiplin. Taati protokol kesehatan. Jangan sampai muncul klaster baru di MAJT di tengah pelaksanaan sholat Idul Adha,” kata Ketua Takmir MAJT, KH Noor Achamd,  saat rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Salat Idul 1441 Hijriah, Rabu 29 Juli 2020.

Baca juga : Hindari Jamaah Berjejal di Masjid, Ribuan Mushola Semarang Untuk Sholat Idul Adha

Idul Fitri Saat Pandemi, Muhammadiyah : Sholat Id Bisa dilakukan di Rumah

Tiga Masjid Besar di Semarang Gelar Salat Idul Adha Berjamaah

Noor Achmad menyatakan keselamatan jamaah harus dijaga bersama dengan menerapkan disiplin tinggi. Sejumlah aturan itu meliputi para jamaah yang hadir diminta berwudu dari rumah, membawa sajadah sendiri serta wajib mengenakan masker.

“Bila didapati jamaah tidak menaati ketentuan tersebut, maka akan diminta pulang oleh petugas,” kata Noor Achmad menegaskan.

Selain itu, jamaah akan dicek suhu badan sebelum masuk area masjid maupun plaza MAJT. Kemudian mereka diminta memakai hand sanitizer serta menjaga jarak. Ia menjelaskan dalam situasi seperti sekarang ini risiko penyebaran Covid-19 masih tinggi. Hal itu menjadi alasan takmir MAJT lebih ketat dan tegas terhadap jamaah.

“MAJT tidak mengutamakan jamaah banyak yang biasanya mencapai 30 ribu, tetapi yang  terpenting menjaga standar protokoler kesehatan dengan baik,” kata Noor Achmad menjelaskan.

Sekretaris MAJT KH Muhyiddin mengatakan selain sholad Idul Adha, MAJT juga memotong hewan kurban. Ia menyebutkan hingga Rabu 28 Juli 2020, jumlah hewan kurban yang terkumpul ada sembilan sapi dan lima kambing. “Hewan kurban dihimpun dari lembaga pendidikan dan pejabat publik di Jawa Tengah,” kata Muhyidin.

Menurut Muhyidin, pemotongan hewan kurban dilaksanakan Sabtu, 1 Agustus 2020 dan akan dibagikan ke masyarakat sekitar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here