BERBAGI

Oleh Khafid Sirotudin *

Khafid Sirotudin

Sejak tahun 1992 masyarakat dunia memperingati World Breastfeeding Week atau Pekan ASI se Dunia setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus. Program ini pertama kali digagas oleh lembaga dunia, UNICEF dan WHO.

Dilandasi pemikiran betapa pentingnya peran ASI dalam tumbuh kembang dan kesehatan anak. Peringatan Pekan ASI se-Dunia untuk mengingatkan dan  mendukung para orang tua di seluruh dunia dalam mensukseskan pemberian ASI eksklusif untuk bayi, setidaknya selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Tahun ini WHO, UNICEF dan World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) mengambil tema yang mengaitkan dengan isu kesehatan lingkungan. Apalagi tahun 2020, dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Sehingga diharapkan kita semakin sadar betapa kesehatan lingkungan sangat berpengaruh besar bagi kehidupan.

Menyusui bayi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan generasi dan lingkungan yang sehat di masa depan. Pandangan ilmiah menyebutkan ASI menghasilkan  kolostrum sebagai vaksin alami yang akan tercipta imunitas yang sangat baik bagi anak-anak. Selanjutnya anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas akan terwujud generasi emas yang mampu membangun lingkungan, sosial dan ekonomi yang lebih baik.

Berbagai penelitian menunjukkan, bayi yang diberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan memiliki imunitas dan kualitas kesehatan yang lebih baik, apabila dibandingkan bayi yang tidak disusui ASI secara eksklusif.

Baca juga: Mereka yang Merindukan Fasilitas Khusus

Hal itu terjadi karena ASI selalu berubah dan bertambah kualitas kandungan gizinya setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan, seiring dengan kebutuhan asupan gizi bayi yang tumbuh dan berkembang. Selain itu, secara alami produktivitas ASI akan berkurang secara gradual-obyektif, selaras adanya pemberian asupan makanan padat pada bayi berusia 6 bulan hingga berumur 2 tahun.

Secara empiris, ASI dari seorang ibu menyusui, yang keluar dari payudara sebelah kanan dan kiri berbeda komposisi gizi dan taste-nya. Semua itu lebih menunjukkan betapa hebatnya Allah Swt dalam menciptakan setiap makhluk hidup secara sempurna, unik, detail dan tiada bandingannya.

Setiap tahun Pekan Menyusui se Dunia selalu mengingatkan dan merekomendasikan pemberian ASI dengan cara terbaik, antara lain Inisiasi Menyusui Dini (IMD)  maksimal 1 jam setelah bayi lahir. ASI Eksklusif 6 bulan pertama kehidupan bayi, dan melanjutkan pemberian ASI hingga bayi berusia 2 tahun  dengan pengenalan sumber nutrisi lain berupa makanan padat yang aman sejak usia bayi 6 bulan.

Pemberian ASI di Tengah Kesibukan, Sebuah Ihtiyar Bagi Ibu Bekerja

Kebanyakan ibu  menyusui yang bekerja di luar rumah,  hanya memberikan ASI eksklusif selama 3 bulan pada saat cuti melahirkan. Selanjutnya sering digantikan dengan susu formula atau mixed dengan ASI. Hasilnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan tidak tercapai.

Bagi para ibu yang bekerja di luar rumah, menyusui ASI secara eksklusif selama 6 bulan bisa disiasati dengan jasa kurir ASI yang saat ini sudah banyak hadir melayani di berbagai kota besar Indonesia.

Baca juga: Tak Semua Bayi di Kota Semarang Mendapat ASI Eksklusif

Jika ibunya berkemauan tinggi untuk memberikan ASI eksklusif dengan sedikit kreatif, bisa sangat mudah dalam menyiapkan ASI bagi bayinya ketika bekerja di luar rumah.

Data dan fakta produktivitas ASI berdasarkan pengalaman empiris seorang ibu menyusui yang bekerja di luar rumah menunjukan pada usia Bayi 1-3 bulan sekali pompa bisa mendapat 70 hingga 100cc. Sehari bisa 3-4 kali, sehingga seorang ibu mendapat 250 hingga 400cc.

ASI hasil pompa-an langsung dipacking ke dalam botol atau plastik khusus ASI, yang banyak tersedia di baby shop, apotek dan toko-toko perlengkapan bayi. Setiap botol plastik ASI diberi label berisi hari, tanggal dan waktu, kemudian  disimpan di dalam freezer. Makan dalam kurun waktu 1 hingga 3 bulan freezer di rumah kita sudah penuh ASI Frozen.

Tentu saja pola asupan makanan dan minuman bagi ibu menyusui haruslah memenuhi kebutuhan pangan yang aman,  bergizi, seimbang dan cukup kalori.

Baca juga: ASI bagi Bayi, Sepenting Apa Sih?

Jika selama ditinggal kerja  pada usia bayi 4 hingga 6 bulan. Maka Pagi hingga sore  bayi  diberikan ASI frozen sesuai urutan stock, First In First Out (FIFO) yang ada di kulkas kita. Sedangkan di tempat kerja, ibu bisa memompa 2-3 kali, dan bisa bawa pulang ASI 300-400cc setiap hari.

Untuk usia bayi 7-9 bulan secara normal dan wajar, seorang ibu menyusui mampu membawa pulang ASI berkisar 300-350cc. Ini lebih ringan karen pada usia ini bayi sudah mulai diberikan makanan padat dan lembek yang aman dan bergizi.

Memberikan ASI saat ibu bekerja akan semakin ringan ketika bayi memasuki usia 10 hingga 12 bulan. Yang dalam kondisi normal produksi air susu seorang ibu menurun menjadi 200- 300cc, dan bisa memompa 2 kali pada waktu istirahat atau di sela waktu kerja.

Tonton juga video berikut ini:

Merindukan Ruang Laktasi di Ruang Publik | Videografis A. Arif

Perlu diingat guna menghindari resiko tertular virus, sejak pandemi Covid-19 terjadi, perhatikan steril pegang pompa dan botol penampung beberapa kali di tempat kerja, maka memompa ASI cukup sekali dengan hasil berkisar 100 – 160cc.

Meski hanya sekali pompa saat bekerja, persediaan _ASI frozen_ masih aman karena stock di freezer mencukupi. Selain itu bayi sudah ada pemberian makanan padat. Ini akan lebih memudahkan pada usia bati 13-24 bulan.

Pada usia bayi diatas 1 tahun akan mengkonsumsi makanan padat yang semakin banyak. Impactnya, porsi bayi minum ASI semakin berkurang. Seiring dengan produksi ASI yang juga makin berkurang hingga anak berusia 2 tahun.  Anak juga sudah mulai bisa diberi tambahan minuman air madu atau juice aneka buah segar organik.

Para ibu  menyusui dan bekerja di luar rumah tidak perlu risau dan galau untuk tetap bisa menyusui bayinya secara eksklusif selama 6 bulan. Dilanjutkan menyusui ASI hingga anak berusia 2 tahun. Sehingga generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, cerdas dan berkarakter bisa terwujud di masa mendatang. (*)

*Ketua Majelis Hikmah Dan Hubungan Antar Lembaga PW Muhammadiyah Jateng, Seorang ayah  yang sedang membantu ibu mengasuh balita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here