BERBAGI

Realisasi asupan ASI eksklusif di Kota Semarang tak sampai 70 persen

ilustrasi ruang laktasi untuk ibu menyusui
[Ilustrasi] Merindukan ruang laktasi di ruang publik. (Serat.id/A. Arif)

Serat.id Dinas Kesehatan Kota Semarang  menyebutkan hingga Juni 2020 terdapat 9.648 bayi yang dilahirkan dan tumbuh dalam usia bawah lima tahun, namun  tak semua bayi itu mendapatkan ASI Eksklusif dari orang tuanya.

“Hanya 6.224 anak. Dari data tersebut capaian target bayi ASI Eksklusif pada tahun 2018 hingga 2020  di Kota Semarang yakni 65,2  persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam.

Hakam menyebutkan realisasi  asupan ASI ekslusif pada tahun 2018 yakni 68,22 persen, sedangkan tahun 2019 naik menjadi 69,84 persen. Sedangkan dan hingga Juni 2020 telah mencapai 64,51 persen.

Laporan capaian pemberian ASI Ekslusif pada anak di Kota Semarang tak sejalan dengan layanan sarana khusus laktasi. Hal itu dibuktikan  minimnya ketersediaan ruang laktasi di tempat publik dan tempat kerja.

Baca juga: Mereka yang Merindukan Fasilitas Khusus

Abdul Hakam menyatakan saat ini upaya penyediaan ruang laktasi di tempat publik yang dikelola pemerintah Kota Semarang. ” Dinkes telah melakukan berbagai upaya untuk ketersediaan ruang laktasi,” kata Hakam menambahkan.

Di antaranya mendorong adanya ruang laktasi di lembaga pelayanan kesehatan juga di tempat kerja, tempat sarana umum, dan kegiatan masyarakat. “Kalau di ruang milik pemerintah seperti kecamatan, kelurahan dan RS itu juga sudah ya ruang laktasi,” kata  Hakam.

Ia mengaku telah melakukan advokasi agar direktur perusahaan sebagai pimpinan tempat kerja mengupayakan tersedianya fasilitas ruang laktasi di tempat kerja serta memberikan kesempatan kepada karyawati yang menyusui  bisa memerah ASI sesuai kebutuhan.

Baca juga: ASI bagi Bayi, Sepenting Apa Sih?

Namun pendapat Hakam itu belum sepenuhnya dilaksanakan, tercatat fasilitas umum yang dikelola pemerintah seperti pasar mislanya belum semuanya memenuhi fasilitas khusus ruang laktasi. Hal itu juga terjadi di perusahaan swasta  yang juga minim memberikan layanan  ruang khusus laktasi bagi ibu menyusui .  (*)

Edisi Khusus “ Merindukan Ruang Khusus Untuk Para Ibu Menyusui”

Penulis : Anindya Putri, Kontributor 4, Pengolahan Bahan : Edi Faisol, Ilustrasi : A. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here