BERBAGI
Mbah Sumiatun dan Tim Advokat, Dok/serat.id

Tanah Mbah Tun nyaris lepas setelah sebuah bank di daerahnya hendak melelang anah yang dianggunkan itu.

Serat.id – Sumiatun, atau sering disapa Mbah Tun akhirnya memenangkan gugatan di PTUN Semarang, atas sengketa tanahnya yang sebelumnya disrobot orang dengan modus penipuan meneken kertas kosong sebagai syarat pinjaman bantuan peternakan. Tanah Mbah Tun nyaris lepas setelah sebuah bank di daerahnya hendak melelang anah yang dianggunkan itu.

“Majelis hakim mengabulkan semua gugatan di antaranya menyatakan tidak sah peralihan SHM No 11 terancam oleh Pemenang lelang bernama Dedy Setyawan Haryanto, dan memerintahkan kepada tergugat dalam hal ini BPN Demak mengembalikan kedudukan SHM No 11 dari Dedy Setyawan kepada Sumiatun,” kata Sukarman, ketua BKBH FH Unisbank sekaligus Koordinator Koalisi Peduli Mbah, Kamis, 6 Agustus 2020.

Berita terkait : Kisah Cap Jempol di Kertas Kosong Menghilangkan Tanah Mbah Sumiatun

Ini Perkembangan Kasus Penyerobotan Tanah Mbah Sumiatun

Keluarga Mbah Tun Minta KY Jateng pantau Sidang PTUN

Menurut Karman putusan PTUN juga mewajibkan kepada Tergugat dalam hal ini BPN Demak mencoret peralihan SHM atas nama Dedy Setyawan.

“Kami mengapresiasi pengadilan tata usaha negara karena jeli dan cemat dalam memutus perkara ini. Putusan ini menegaskan bahwa pengadilan masih layak dijadikan tempat mencari keadilan bagi mbah Tun,” kata Karman menambahkan.

Ketua DPC PERADI RBA Broto Hastono SH.MH. CRA.CLI mengatakan dalam waktu dekat akan membuat surat kepada Ketua PN Demak, dengan melampirkan salinan putusan PTUN yang sudah memenangkan mbah Tun.

“Dua putusan sekaligus, yaitu putusan No.23/G/2020/PTUN oleh pengadilan PTUN dan Putusan Mahkamah Agung No. 139 K/Pdt/2015,” kata Broto.

Menurut Broto, kedua putusan itu sudah tegas bahwa Mbah Tun pemegang sah secara hukum atas tanah sawah seluas luas ± 8.250 m². “Dengan putusan ini tidak selayaknya PN Demak tetap melakukan eksekusi atas permintaan pemenang lelang,” kata Broto menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here