BERBAGI
mangrove
Dok serat.id

Kampung itu sebagai pusat kawasan tambak dengan hasil ikan bandeng, udang windu, udang vaname, udang alam, serta kepiting.

Serat.id – Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu Kota Semarang mengembangkan ekonomi berbasis pelestarian lingkungan dengan menanam tanaman mangrove. Tercatat kampung itu sebagai pusat kawasan tambak dengan hasil ikan bandeng, udang windu, udang vaname, udang alam, serta kepiting.

“Tujuanya menjaga sumber daya dan aset alam, serta dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan berbasis kajian ilmiah,” kata Direktur Program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA), Muhammad Imran Amin, belum lama ini.

Baca juga : Besok Pagi Lindungihutan Tanam Mangrove di Pesisir Trimulyo

Penurunan Muka Tanah, Sillent Killer bagi Indonesia

Terancam Tenggelam, Pemkot Semarang Percepat Pengalihan Penggunaan Air

Imran menyatakan sengaja membantu warga kampung mangunharjo yang dinilai masuk kategori masyarakat pesisir yang rentan.  Kerentanan itu terjadi secara alami karena sejak 1997 tingkat abrasi di wilayah Kelurahan Mangunharjo sangat tinggi. Kerusakan wilayah pesisir yang disebabkan oleh abrasi mencapai 150 hektare.

“Bahkan merambah sepanjang 3,5 kilometer ke arah pemukiman warga,” kata Imran menambahkan.

Tindakan mitigasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat dengan penanaman mangrove di sekitar bibir pantai yang diharapkan dapat mencegah abrasi. “Karena mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah pesisir, sehingga dapat menjadi perlindungan pengikisan tanah akibat air,”  katanya.

Tercatat kawasan hutan mangrove di wilayah Kelurahan Mangunharjo kini menjadi paling luas serta paling bagus kondisinya. Jika dibandingkan dengan kawasan hutan mangrove lainnya di Kota Semarang. Luasan lahan mangrove di kampung itu mencapai 62,83 hektare, sedangkan total luas mangrove di Kota Semarang adalah 268,76 hektare.

Lurah Mangunharjo, Sugiarti, mengatakan warga kampung Mangunharjo juga mampu memproduksi hasil olahan berupa kerupuk udang dan batik dari bahan tanaman mangrove. “Sebagian besar masyarakat Kelurahan Mangunharjo bekerja sebagai petani tambak dan nelayan,” kata Sugiarti.

Menurut Sugiarti, dukungan keberlanjutan usaha ekonomi masyarakat di kampung itu dibutuhkan lembaga ekonomi berbentuk koperasi untuk peningkatan produk ekonomi unggulan masyarakat.

“Kami telah menginisiasi terbentuknya Koperasi Serbaguna Mandiri Raharja sejak awal tahun ini. Diharapkan produk-produk masyarakat dapat dipasarkan dengan baik, mutunya selalu terjaga,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here