BERBAGI
Masjid
Ilustrasi, pixabay.com

“Masjid Kauman memiliki sejarah besar. Masjid ini melahirkan tradisi dugderan sebagai simbol toleransi antar-umat beragama,”

Serat.id – Masjid Agung Semarang dan Islamic Centre Kota Semarang disemprot disinfektan untuk menghindari penyebaran Covid-19. Pilihan masjid bersejarah di Kota Semarang disemprot karena selama ini banyak dikunjungi jamaah.

“Masjid Kauman memiliki sejarah besar. Masjid ini melahirkan tradisi dugderan sebagai simbol toleransi antar-umat beragama,” kata founder Victoria Care Indonesia, Billy Hartono Salim, Minggu, 9 Agustus 2020, tempo hari.

Baca juga : Tiga Masjid Besar di Semarang Gelar Salat Idul Adha Berjamaah

Hindari Jamaah Berjejal di Masjid, Ribuan Mushola Semarang Untuk Sholat Idul Adha

Sholat Id di MAJT Saat Pandemi, Ikuti Prosedur Ini

Victoria Care Indonesia, salah satu produsen kosmetik yang menggelar CSR penyemprotan disinfektan di masjid Agung Semarang. Menurut Salim, tempat ibadah yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Kauman ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya.

“Sejarah Kota Semarang tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Masjid Kauman,” kata Salim menjelaskan.

Tercatat selain penyemprotan disinfektan, tim juga membagikan bahan-bahan kebersihan seperti sabun antiseptic, hand sanitizer, hand soap. Termasuk cairan disinfektan, parfum higienis, spray higienis untuk pembersih sajadah dan mukena, serta masker, dan sejumlah peralatan lain.

Sekretaris Takmir Masjid Agung Kauman, Muhaimin mengapresiasi penyemprota yang dikemas dnegan bakti sosial tersebut.

“Di tengah keterbatasan kami apa yang dilakukan ini sangat membantu,” Muhaimin.

Muhaimin menyatakan kesiapannya untuk bersinergi pada kegiatan-kegiatan lebih lanjut jika diperlukan. Dia mengusulkan kegiatan bersih-bersih di alun-alun Kauman yang berada tepat di depan MAS.

“Alun-alun Kauman sekarang sudah ramai pengunjung. Apalagi kalau akhir pekan. Ke depan mungkin dapat berkolaborasi untuk menjaga kebersihan alun-alun dengan pengadaan tempat sampah yang saat ini masih terbatas,” kata Muhaimin menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here