BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Demi keselamatan siswa dan guru, lebih baik kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring. Hal itu menyusul munculnya klaster baru Covid-19 di sekolah.


Serat.id –  Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyoroti pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan di sekolah di tengah pandemi Covid-19. Hal itu menyusul munculnya klaster baru Covid-19 di sekolah.

“Demi keselamatan siswa dan guru, lebih baik kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring,” kata anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Ngasbun Egar di Semarang, Kamis (13/08/20).

Baca juga : Ganjar Atur Warga Pakai Masker Lewat Pergub

Imbas Pandemi Covid-19, Orang Tua Enggan Daftarkan Anak ke PAUD

Pesantren Diminta Beradaptasi Dengan Covid-19, Ini Penjelasan Wamenag

Menurut dia, jika KBM tatap muka tetap dilakukan keselamatan siswa dan pihak sekolah akan dipertaruhkan. Dikhawatirkan muncul klaster baru persebaran Covid-19 di sekolah karena minimnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Dari masyarakat juga masih ada yang ngeyel tidak pakai masker saat aktivitas di luar. Nah itu kan juga akan membahayakan anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, penentuan zona Covid-19 di Jawa Tengah juga masih belum bisa menjadi patokan untuk digelarnya KBM lantaran perubahan zona dapat berubah sewaktu-waktu.

“Zona merah, hijau, dan kuning itukan juga tidak bisa diprediksi. Kalau hari ini hijau bisa saja besok jadi merah,” terangnya.

Egar juga tak menampik pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum begitu efektif. Namun, dia tetap berharap agar pemerintah mengevaluasi PJJ agar tetap diterapkan saat pandemi.

“Solusi yang tepat saat ini memang PJJ, tapi itu juga perlu dievaluasi,” ungkapnya.

Sebelumnya ditemukan klaster baru persebaran Covid-19 di sekolah, seperti di Ponpes  Kabupaten Pati dan sekolah negeri di Rembang.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here