BERBAGI

Jelas sejarah yang asli dari negara ini menunjukkan bahwa orang-orang Indonesia sendiri dan perjuangannya adalah faktor yang membuat Indonesia dapat bertahan melewati penjajahan Eropa maupun Jepang hingga akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan yang penuh pada 17 Agustus 1945.

Serat.di – Sejarawan Prof Peter Carey mengungkapkan, hingga kini tidak terdapat bukti dokumenter kesejarahan valid mengenai hubungan Kesultanan Turki Usmani dengan Jawa. Hal ini sebagai bantahannya terhadap klaim adanya hubungan antara Kekhalifahan Utsmaniyah dan kesultanan-kesultanan Islam di Jawa dalam Film “Jejak Khilafah di Nusantara” yang turut mencantumkan namanya.

“Tendensi semacam ini, yang ditunjukkan oleh generasi sekarang, tampak seperti bentuk minderwardigheid (ketidakpercayadirian) yang menganggap bahwa orang-orang Indonesia masa lampau tidak dapat bertahan dari kolonialisme tanpa bantuan asing,” ujar Carey melalui asisten penelitinya  Christopher Reinhart, Rabu, 19 Agustus 2020.

Baca juga : Hendak direnovasi, Gedung Bersejarah Era Kolonial Ini Akhirnya Runtuh

Sejarah Gedung Bekas Kantor SJS

Pegiat Sejarah Minta Pemkot Perhatikan Sumur Tua di Kota Lama

Carey menjelaskan, pada 16 Agustus 2020 dirinya telah mengirimkan surat elektronik kepada Ismail Hakki Kadi, sejarawan Usmaniyah-Asia Tenggara dan dibalasnya  pada 18 Agustus 2020.

Menurut Kadi,   tidak terdapat bukti dalam dokumen di Arsip Turki Utsmani, yang  menunjukkan bahwa ’’negara’’ Islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak (1475–1558), khususnya raja pertamanya, Raden Patah, yang bertakhta pada 1475–1518 memiliki kontak dengan TurkiUtsmani.

“Kesultanan yang ada di Pulau Jawa tidak dianggap sebagai vassal atau naungan Turki Utsmani, termasuk juga bukan wakil sultan-sultan Utsmani di Jawa,” ujar Kadi kepada Carey.

Di samping itu, Carey menyebut Kadi juga tidak menemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara Turki Utsmani dan Kesultanan Yogyakarta, yang didirikan 1749 dalam hal hierarki.

“Termasuk tidak adanya bukti dokumen sejarah yang menunjukkan bahwa panji Tunggul Wulung merupakan bukti bahwa Yogyakarta adalah wakil dari Turki Utsmani di Jawa, berdasarkan penelitian kearsipan Dr Kadi yang telah lama meneliti dokumen-dokumen Turki Utsmani di Arsip Utsmani di Istanbul,” ujar Carey

Carey menjelaskan, seandainya satu saja dari banyak legenda hubungan Turki Usmani dengan Jawa memiliki bukti sejarah, tentu Kadi akan memasukkan ke dalam hasil penelitiannya yang terbaru yang berjudul Ottoman-Southeast Asian Relations; Sources from the Ottoman Archives sebanyak dua jilid, yang disuntingnya bersama dengan Prof ACS Peacock dari Universitas St. Andrew’s di Skotlandia.

“Jelas sejarah yang asli dari negara ini menunjukkan bahwa orang-orang Indonesia sendiri dan perjuangannya adalah faktor yang membuat Indonesia dapat bertahan melewati penjajahan Eropa maupun Jepang hingga akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan yang penuh pada 17 Agustus 1945, “ ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here