BERBAGI
Ilustrasi kebebasan pers. (Pixabay.com)

Demas merupakan wartawan baru di Sulawesion yang mulai bergabung sejak awal Agustus lalu

Serat.id – Demas Laira, jurnalis media sulawesion.com ditemukan tidak bernyawa di Dusun Salubijau, Jalan Poros Mamuju-Palu, Provinsi Sulawesi Barat, pada Kamis 20 Agustus 2020 dengan 17 luka tusuk di sekujur tubuhnya. Demas dipastikan meninggal usai liputan di kawasan yang tak jauh dari lokasi tempat jenazah ditemukan.

“Demas merupakan jurnalis baru di Sulawesion,” ujar Pemimpin Redaksi Sulawesion, Supardi Bado, Kamis 20 Agustus 2020 kemarin.

Baca juga : Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Meliput Kebebasan Beragama Meningkat

Jurnalis Asal Papua Ini Mengalami Kekerasan Doxing

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis saat Munajat 212

Bado mendesak polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan jurnalis muda itu. Demas merupakan wartawan baru di Sulawesion yang mulai bergabung sejak awal Agustus lalu. “Kami keluarga besar Sulawesion berduka cita atas kepergian Demas Laira. Semoga keluarga diberi ketabahan,” kata Bado menambahkan.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengajak komunitas pers dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya pengusutan atas kasus pembunuhan Demas hingga terkuak penyebabnya.  Selain itu, AMSI juga mendesak kepolisian Republik Indonesia mengusut hingga tuntas penyebab kematian Demas, memburu para pelaku, menyeret mereka ke muka hukum.

“Polisi harus menelusuri apakah kematian Demas Leira terkait atau tidak, dengan sejumlah kasus yang ditulisnya pada media tempat dia bekerja,” kata Manggut.

AMSI mengapresiasi kesigapan aparat kepolisian setempat yang cepat tanggap dan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenasah ke rumah sakit. “Kami juga berterimakasih karena polisi sudah membuat surat permohonan autopsi, dan memeriksa sejumlah saksi yang diperlukan demi menyingkap sebab kematian Demas Leira,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here