BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Tim Hukum Undip didukung ahli IT dan ahli komunikasi, sudah melakukan pengkajian dan analisa serta memberikan rekomendasi langkah yang perlu diambil universitas menghadapi penyebaran hoaks yang merugikan nama lembaga tersebut.

Serat.id – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang hari ini, Senin (24/8), melaporkan unggahan hoaks di media sosial terkait uang pangkal calon mahasiswa yang mencapai Rp 87 miliar ke kepolisian. 

“Postingan itu sangat menyesatkan, sehingga Undip memastikan akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum,” kata Rektor Undip Yos Johan Utama dalam keterangan resmi yang diterima Serat.id, Senin (24/8/2020).

Baca juga : LBH Pers : Postingan Status Veronica Koman Bukan Hoax

Bawaslu Jateng : Masih Banyak Penyebaran Hoaks Secara Konvensional

Konten Hoaks Masih didominasi Isu Politik

Tim Hukum Undip yang didukung para ahli IT dan ahli komunikasi, sudah melakukan pengkajian dan analisa serta memberikan rekomendasi langkah yang perlu diambil universitas sebagai institusi dalam menghadapi penyebaran hoaks yang merugikan nama lembaga tersebut.

“Kami tidak akan diam saja. Ini masalah serius, tidak boleh orang bermain-main sesukanya. Kalau dibiarkan, bukan hanya Undip yang dirugikan. Semua juga akan dirugikan,” ujarnya.

Sebelumnya, ada unggahan dari sebuah akun media sosial yang diduga calon mahasiswa Undip yang memasang format kartu bukti kelulusan yang tidak sesuai dengan format resmi yang dikeluarkan oleh Undip. 

“Selanjutnya kami serahkan dan percayakan ke penyidik Polri yang saya yakin akan menanganinya sesuai aturan hukum yang ada,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here