BERBAGI

Bahrul dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik

Serat.id – Direktur Utama PT Imza Rizky Jaya, Rizayati melalui penerima kuasa Rizaldi telah melaporkan Pemimpin Redaksi Metro Aceh Bahrul Walidin ke Polda Aceh pada 24 Agustus 2020. Bahrul dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Rizayati.

“Tudingan pencemaran nama baik ini bermula dari pemberitaan Metro Aceh yang berjudul Hj Rizayati Dituding Wanita Penipu Ulung” pada 20 Agustus 2020. Berita ini berisi tentang dugaan aksi penipuan yang dilakukan oleh Rizayati di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Koordinator Bidang Advokasi, aliansi jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Sasmito Madrim, dalam pernyataan resmi, Selasa 24 Agustus 2020.

Baca juga : AMSI Minta Sengketa Pemberitaan diselesaikan Lewat Dewan Pers

Ini Kronologi pemidanaan Eks Pemred Banjarhits Diananta Putra

AJI Minta Menteri Pertanian Cabut Gugatan Tempo

Sasmito menyayangkan proses sengketa pemberitaan yang mengarah ke laporan pidana. Seharusnya sengketa pemberitaan hanya dilaporkan ke dewan pers. “Meski  Pemred Metro Aceh juga dilaporkan ke dewan pers, namun laporan lain ke Polda  itu keliru,” kata Sasmito menambahkan

Apa lagi pemberitaan yang dilakukan tersebut diterbitkan berdasarkan keterangan para korban Rizayati dan sejumlah narasumber yang bertanggungjawab. Namun beberapa saat setelah berita ini tayang di media online itu, Rizayati menghubungi Bahrul Walidin melalui pesan aplikasi WhatsApp dan mengaku keberatan diberitakan.

“Dia mengaku, muatan berita itu tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, meski sudah memuat hak jawab hasil konfirmasi via seluler,” kata Sasmito menjelaskan.

Selain itu, Rizayati diduga mengancam dengan melingkari foto-foto Bahrul Walidin dan ditambah kalimat bernada ancaman, salah satunya “Tiada Ampun Bagimu Wartawan Bodrex”. AJI Bireuen juga memperoleh screenshoot pesan WA Rizayati ke pengacaranya dengan kalimat “Satu Kata Untuk Metro Aceh dan Pimred Bahrul Walidin..PROSES HUKUM”.

Dengan kondisi itu Sasmito meminta Kepolisian Aceh agar melimpahkan kasus sengketa pemberitaan antara Direktur Utama PT Imza Rizky Jaya Rizayati dengan Pemimpin Redaksi Metro Aceh Bahrul Walidin ke Dewan Pers. Hal ini sesuai dengan Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Koordinasi Dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers pada 2017.

Ketua AJI Indonesia Abdul Manan mengatakan jurnalis dalam melaksanakan profesinya mendapat perlindungan hukum sesuai yang tercantum dalam Pasal 8 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Selain itu, orang yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis baik fisik maupun verbal dapat dijerat pasal pidana yang diatur dalam Pasal 18 UU Pers dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta rupiah,” kata Manan.

Manan meminta masyarakat yang merasa dirugikan oleh pemberitaan untuk menempuh mekanisme penyelesaian sesuai yang diatur dalam UU Pers. Antara lain meminta hak jawab, hak koreksi atau melapor ke Dewan Pers. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here