BERBAGI
Tim Pengawas Orang Asing bertanya kepada seorang karyawan di salah satu perusahaan di Kabupaten Semarang, Selasa 25 Agustus 2020.

Sekitar 400 warga negara asing bekerja di 57 perusahaan di Kabupaten Semarang. Mereka menjabat di berbagai bidang, seperti teknisi, quality control, presiden direktur, investor, dan lainnya.

Serat.id – Jajaran pimpinan Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang bersama anggota Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) melakukan operasi gabungan di sejumlah perusahaan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang, Ma’mun mengatakan, tim dibagi menjadi dua. Tim pertama menyasar di tiga perusahaan, yakni PT Ara Shoes Indonesia, PT Hop Lun, dan PT Star Fashion. Sementara tim kedua ke PT Apac Inti Corpora, PT Sam Sam Jaya Garments

“Ini merupakan bentuk sinergitas kami dan Timpora sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama instansi-instansi terkait yang dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Makmun, Selasa 25 Agustus 2020.

Baca juga : China Dominasi Tenaga Asing di Jateng

Puluhan Warga Negara Asing di Jateng Melanggar Keimigrasian

Belasan Mahasiswa Asing Ikut Program KNB di Undip

Dia mengungkapkan, pada operasi gabungan kali ini tidak ditemukan unsur pelanggaran yang dilakukan tenaga kerja asing (TKA), baik terkait dengan keimigrasian maupun pelanggaran administrasi lain terkait aturan di perusahaan-perusahaan tersebut.

“Dari rekan-rekan Dukcapil Kabupaten Semarang untuk pencatatan data maupun dokumen persuratan belum selesai, masih dalam proses pengurusan,” terangnya.

Menurut dia, operasi TKA penting dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan negara, termasuk bagi masyarakat di Kabupaten Semarang. “Karena hanya orang asing yang membawa manfaat yang diperbolehkan masuk ke Indonesia, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Pihaknya akan terus mengedukasi perusahaan yang memperkejakan TKA terkait peraturan yang berhubungan dengan keimigrasian. Tujuannya, kata dia, agar pekerja asing, khususnya yang bekerja di wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang mematuhi peraturan-peraturan yang ada.

“Aturannya beragam, baik terkait keimigrasian maupun aturan yang dimiliki instansi lain yang masuk dalam Timpora,” katanya.

Dia menambahkan, masa tenaga kerja asing itu bekerja di perusahaan di Indonesia berbeda-beda. Ada yang tiga bulan, enam bulan, satu tahun, tiga tahun atau selebihnya. Biaya pembayarannya pun, kata dia, berbeda-beda, tergantung waktunya.

Makmun menjelaskan, ada 57 perusahaan di Kabupaten Semarang yang memperkejakan TKA. Sementara jumlahnya sekitar 400 warga negara asing. Mereka menjabat di berbagai bidang, seperti teknisi, quality control, presiden direktur, investor, dan lainnya.

“Dari total orang asing itu, terbanyak dari Korea Selatan. Di susul Tiongkok, Sri Langka, Jerman, dan Belanda,” imbuhnya. 

Sebelum operasi digelar, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang, Doni Alfasyahrin berpesan kepada tim untuk bersikap profesional dalam bertugas. Dia juga mengingatkan agar para petugas tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tujuan operasi gabungan ini untuk memantau dan mendata orang asing di Kabupaten Semarang,” kata Doni Alfasyahrin.(*)

Tonton Juga Video Menarik dari Serat:

Situs kuno ditemukan di Dusun Tempel, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang oleh warga setempat. Warga menduga dengan adanya penemuan yoni, patung berbentuk sapi dan empat kemuncak tersebut, tempat itu dahulu merupakan kawasan kerajaan Hindu pada zaman Mataram Kuno pada abad 8-10 Masehi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here