BERBAGI
Penangkaran burung langka Desa Wisata Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Foto Anindya Putri)

Pengembalian memang sempat terhambat karena ada pandemi Covid-19

Serat.id – Sebanyak 47 burung kakatua jambul kuning atau Cacatua Sulphurea di Jawa Tengah telah dikembalikan ke habitat asalnya di Nusa Tenggara Timur. Pengembalian burung langka tersebut dilakukan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menggunakan pesawat dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Kamis 27 Agustus 2020 kemarin

“Karena kakatua jambul kuning berasal dari NTT, makanya kita putuskan untuk dikirim balik ke sana. Tapi pengembalian memang sempat terhambat karena ada pandemi Covid-19,” Kepala BKSDA Jateng, Darmanto, Jum’at 28 Agustus 2020.

Baca juga : Mari Berkunjung ke Nongkosawit, Desa Wisata Ramah Burung

Penggemar Burung Minta Kementrian LHK Revisi Aturan

Disumbang Bahan Pakan, Satwa Bobin Semarang Bisa Bertahan Hingga Tiga Bulan

Sebelumnya, proses pengiriman hewan dilindungi itu sudah disepakati oleh tim gabungan dari Dirjen KSDE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta BKSDA NTT. Menurut Darmanto, selama empat bulan terakhir 47 kakatua jambul kuning mendapat perawatan secara intensif di kandang transit milik BKSDA Jalan Suratmo Semarang.

“Setelah dilakukan tes kesehatan di balai kesehatan Semarang oleh tim dokter hewan dan dinyatakan sehat, pihaknya memutuskan untuk mengembalikan kawanan burung itu ke NTT,” kata Darmanto menjelaskan.

Puluhan si jambul kuning tersebut semula didapatkan dari berbagai kegiatan sosialisasi di lapisan masyarakat. Burung itu diserahkan sejak oleh warga secara sukarela, meski ada juga diamankan dari petugas Seksi Wilayah BKSDA di Solo.

“Sebab hewan itu termasuk spesies langka yang harus dilindungi oleh negara,” jelas kata Darmanto. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here