BERBAGI
galeri seni UIN
Sejumlah lukisan di sudut galeri studio Arsi milik UIN Walisongo Semarang, ist/serat.id

Akan dilengkapi warung seni atau artshop sebagai tempat penjualan barang-barang seni karya mahasiswa dan dosen

Serat.id – Prodi Ilmu Seni dan Arsitek Islam (ISAI) Fakultas Ushuludin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berencana membuka ruang kreatifitas berupa galeri dan studio seni yang diberi nama Arsi.

Pembukaan galeri dan studio seni ini akan ditandai dengan pameran seni rupa yang menghadirkan karya-karya para perupa kontemporer Indonesia. Antara lain perupa yang juga tokoh agama, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Djoko Pekik, Nasirun, Jumadi Alfi, Putu Sutawijaya, Dedi Paw, Putut Wahyu Widada, dan sejumlah perupa lain dari Semarang dan Yogyakarta.

“Sebenarnya pameran sudah lama kami persiapkan, sebelum adanya pandemi Covid-19,” kata sekretaris Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam Fakultas Usuludin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Abdullah Ibnu Thalhah, Jumat 28 Agustus 2020.

Baca juga : Berbagai Komunitas Ramaikan Pazaarseni 2019

17 Seniman Bandung Pameran di Semarang Art Gallery

Sejumlah Komunitas Ini bakal Meramaikan Pazaarseni 2018

Menurut Ibnu Thalhah, ada banyak seniman yang sudah menyatakan siap untuk bergabung meramaikan ruang pergulatan seni dan kreatifitas yang digagas itu. Bahkan pembukaan ruang galeri lewat pameran sudah siap digelar jauh hari pada Juli 2020 lalu, namun pandemi Covid-19 akhirnya tertunda

“Diharapkan dapat terwujud setelah kondisi membaik dan memungkinkan,” kata Thalhah menambahkan.

Ia mengaku sudah silaturahmi ke Gus Mus, Joko Pekik dan banyak seniman lain yang diakui mendapat sambutan baik dengan menyatakan kesediaan berpartisipasi dan menghadiri pameran. Thalhah mengaku akan memasang karya-karya dari mahasiswa dan dosen UIN Walisongo Semarang pelaksanaan pameran sementara ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Karena karya-karya Gus Mus, Joko Pekik belum sempat kami ambil. Rencana pembukaan galeri kami lakukan setelah pandemi selesai,” kata Thalhah menjelaskan.

Keberadaan galeri maupun ruang kreatifitas seni yang digagas itu menjadi kebutuhan mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang menekuni bidang kesenian. Apalagi tak lama lagi UIN Walisongo juga akan melaunching prodi baru sinematografi dan animasi.

Studio dan galeri itu menempati gedung baru yang berada di kampus II Fakultas Usuludin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang. Area itu juga akan dibuka warung seni atau artshop sebagai tempat penjualan barang-barang seni karya mahasiswa dan dosen.

Tercatat sejumlah karya seni rupa karya Prof Tjetjep Rohendi Rohidi, Prof Totok Rusmanto, Aryo Sunaryo, dan lainnya saat ini tengah dipajang di Galeri. “Beliau-beliau selama ini turut mengajar di Prodi Ilmu dan Arsitektur Islam UIN Walisongo Semarang,” katanya.

Ketua Gold Pencil Indonesia, Abdul Arif yang juga alumnus UIN Walisongo Semarang menyambut baik  dibukanya galeri tersebut. Menurut Arif, pembukaan galeri relevan dengan salah satu tujuan civitas UIN Walisongo dalam syiar Islam.

“Saya mengapresiasi UIN Walisongo yang kini punya galeri seni. Kampus yang notabene perguruan tinggi Islam memberikan ruang kepada civitas akademika untuk berkreasi,” kata Arif.

Arif menilai seni sangat efektif sebagai media dakwah. Dia berharap galeri seni UIN Walisongo Semarang ke depan dapat menjadi barometer perkembangan seni Islam di Indonesia. “Juga menjadi jujugan riset dan melahirkan seniman-seniman hebat,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here