BERBAGI
Dok.BPDB Blora

Semburan lumpur serupa juga pernah terjadi 30 tahun yang lalu di lokasi yang sama

Serat.id – Semburan lumpur di kampung Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora memusnahkan sekitar satu hektare lahan di sekitar lokasi karena tertutup dengan lumpur. Bahkan tebal lumpur diperkirakan hingga dua meter.

“Karena semburan lumpur tersebut, sekitar satu hektar lahan di lokasi tersebut tertutup oleh lumpur,” kata Kepala ESDM Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, Jumat 28 Agustus 2020.

Baca juga : Penurunan Muka Tanah, Sillent Killer bagi Indonesia

Masyarakat Watuputih dirikan Posko Pemantauan Pelanggaran Penambangan

Energi Terbaharukan Solusi Mengatasi Pembengkakan Subsidi Energi

ESDM telah memberikan jarak antara semburan lumpur dengan aktifitas warga sekitar 100 meter dari semburan pasir. Selain polisi line, petugas juga sudah memasang tulisan agar warga untuk sementara tidak mendekat.

“Berbagai upaya telah kita lakukan, bahkan pihak keamanan patroli hingga malam,” kata Sujarwanto menambahkan.

Selain itu upaya agar semburan lumpur tidak meluas ke permukiman warga, tanggul yang berada di dekat semburan lumpur juga sudah dibuat. Hal itu diyakini bisa mencegah lahan yang terdampak semakin luas.

Meski demikian, ia meyakini jika semburan lumpur tersebut tetap aman. Apalagi jarak antara semburan lumpur dengan pemukiman warga jaraknya sekitar dua kilo atau cukup jauh. “Kalau warga patuh, semburan lumpur tersebut tidak berbahaya,” ujar Sujarwanto menjelaskan.

Menurut dia semburan lumpur serupa juga pernah terjadi 30 tahun yang lalu di lokasi yang sama. Untuk itu, ia berharap agar warga tidak panik dan patuh dengan arahan petugas keamanan. Meski ia meyakini jika semburan lumpur tersebut tidak akan meluas dan hanya terjadi di dekat titik semburan yang saat ini sedang ia tangani.

Terkait dengan beberapa warga yang pingsan dalam peristiwa itu, Sujarwanto menduga disebabkan karena kaget dan panik karena semburan tidak mengandung gas bawaan yang beracun.

“Sebenarnya, sama dengan yang terjadi di Bledug Kuwu,” katanya.

Berdasarkan pantuannya, sebenarnya dari kemarin semburan lumpur tidak pernah berhenti, hanya saja letupannya yang semakin kecil. Ia juga menepis informasi jika luasan semburan lumpur yang terjadi tidak bakal meluas. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here