BERBAGI
Salah satu kelompok mempresentasikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di LPKA Kutoarjo, Purworejo.

PKBI melakukan pendampingan anak didik LPKA Kutoarjo sebagai upaya agar mereka dapat diterima di masyarakat setelah keluar dari lembaga pembinaan khusus anak ini.

Serat.id – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah melatih sukarelawan remaja menjadi pendamping anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

Pelatihan digelar di Gedung KORPRI Kabupaten Purworejo pada 29-30 Agustus 2020.

’’Remaja itu memiliki potensi yang besar.  Melalui pelatihan ini diharapkan kemampuan yang dimiliki akan semakin terasah. Remaja tidak boleh kalah dengan pengurus Cabang PKBI Purworejo yang masih semangat menjadi sukarelawan,’’ kata Kepala Dinas Sosial KBPPA Kabupaten Purworejo yang juga Ketua PKBI Cabang Kabupaten Purworejo, dokter Kuswantoro MKes, saat membuka pelatihan.

Baca juga : Seorang Napi Anak di Lapas Bulu Dapat Remisi

Dongeng, Inspirasi untuk Masa Depan Anak

Hidupku untuk Masa Depan Anakku

Menurutnya, peran ramaja sebagai fasilitator sangat penting, selain untuk dirinya sendiri juga dapat disebarkan kepada sesama remaja.

Manajer Program PKBI Jateng, Dwi Yunanto Hermawan mengatakan, pelatihan ini merupakan upaya PKBI Jateng untuk meningkatkan kapasitas remaja, khususnya sukarelawan PKBI Kabupaten Purworejo.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya. Setelah mendapatkan pelatihan tentang kesehatan reproduksi dasar, mereka dilatih tentang konseling dan edukasi kreatif,” jelasnya.

Pengetahuan dan ketrampilan remaja tentang kesehatan reproduksi diharapkan bisa menjadi modal dasar bagi sukarelawan bergerak semakin luas dalam menyebarkan informasi kepada remaja.

Tidak hanya di sekolah, namun juga diberikan kepada komunitas remaja maupun remaja rentan seperti anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo.

Dia mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya PKBI Jateng untuk terus bergerak dan berkontribusi dalam pemenuhan hak anak. Melalui program PEDULI, PKBI memilih fokus pada pendampingan anak didik LPKA.

Hal ini sebagai upaya agar mereka dapat diterima di tengah masyarakat setelah keluar dari LPKA. Selain itu, selama berada di LPKA anak didik harus tetap terpenuhi haknya.

’’Melalui program PEDULI, PKBI Jateng telah melaksanakan beberapa kegiatan di LPKA Kutoarjo. Keberlajutan pendampingan di LPKA menjadi penting  agar anak didik tetap memperoleh haknya, salah satunya hak informasi,’’ jelasnya.

Sementara itu, para sukarelawan remaja antusias mengikuti pelatihan. Mereka tertantang untuk melakukan kegiatan di LPKA.

’’Senang bisa mengikuti pelatihan ini. Pengetauan kami semakin bertambah,” kata Angie, peserta pelatihan yang juga sukarelawan PKBI Purworejo itu.

Dia berharap pendidkan dan konseling untuk anak didik LPKA dengan prinsip peer to peer berkelanjutan dan dilakukan secara rutin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here