BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Saat ini jumlah penderita Covid-19 mencapai 346 orang.

Serat. Id – Dinas Kesehatan Kota Semarang menyangkal soal data yang menyebutkan Kota Semarang menjadi daerah paling banyak kasus Covid-19 di Indonesia yang telah disebutkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pusat.  Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh rumah sakit rujukan Covid-19, Puskesmas dan rumah isolasi, saat ini jumlah penderita Covid-19 mencapai 346 orang.

“Saya kaget datanya kok bisa beda dengan di kota,”  kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, kepada Serat.id, Selasa 1 September 2020.

Baca juga : Survei Ini Megungkap Pasien Covid-19 dan Keluarganya Terkena Stigma

Imbas Pandemi Covid-19, Orang Tua Enggan Daftarkan Anak ke PAUD

Penggagas “Jogo Tonggo” Ungkap Cara Melawan Covid-19

Menurut Hakam  data yang dirilis pusat dengan data Dinkes Kota Semarang tak sama. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 terdiri dari pasien ber-KTP Semarang dan 143 luar Semarang sehingga total kasus aktif mencapai 489. “Saya kaget mendengar Kota Semarang dengan 2.317 kasus aktif Covid-19,” kata Hakam menambahkan.

Ia meyakini sampai saat ini kasus aktif Covid-19  di  Kota Semarang masih jauh di bawah 2 ribu. Untuk itu, ia menginstruksikan tim IT segera mengkomunikasikan data tersebut ke pusat soal data yang baru dirilis Kemenkes pada Senin 31 Agustus 2020.

“Tak ada lonjakan kasusnya, penambahan jumlah kasus baru di kota Semarang selama satu minggu terakhir relative stabil,” katanya.

Meski Hakam mengakui terdapat kasus baru pada Minggu 30 Agustus 2020 yang lalu, namun tidak banyak dan jumlahnya masih bisa dikendalikan. Sedangkan hari Minggu 30 Agustus akhir pekan lalu jumlah akumulatif justru turun 19 kasus.

Sebelumnya Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan,  Kota Semarang di Jawa Tengah menjadi daerah dengan kasus aktif Covid-19 yang paling tinggi di Indonesia dengan jumlah 2.317 kasus aktif. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here