BERBAGI
Kekerasan, serat.id
Ilustrasi kekerasan (foto pixabay.com)

“Saat itu kami diintimidasi agar tidak mangambil gambar acara tersebut. Lalu terjadi pengeroyokan yang dilakukan sekitar 20 orang lebih,”

Serat.id – Dua wartawan di Kabupaten Brebes masing-masing Eko Fidiyanto yang bekerja di Radar Tegal dan Agus Supramono bekerja untuk Semarang TV dikeroyok warga saat meliput di kantor balai desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, sekitar pukul 11.00 pada Rabu 2 September 2020 siang tadi.

Akibat kejadian itu Eko Fidiyanto mengalami memar di pipi kanan, sedangkan Agus Supramono luka di kepala dan pelipis mata hingga harus dilarikan ke RSUD Brebes

“Tadi datang untuk liputan acara mediasi. Ada dua persoalan yang akan dibahas di Balai Desa. Dugaan perselingkuhan kepala desa dengan warganya dan pendirian pabrik limbah B3 tapi kurang paham nama perusahaanya,” kata Eko saat dihubungi Serat.id, Rabu, 2 September 2020.

Baca juga : Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Meliput Kebebasan Beragama Meningkat

AJI Ternate Kecam Kekerasan Jurnalis Malut Post

Jurnalis Asal Papua Ini Mengalami Kekerasan Doxing

Saat acara mediasi tersebut terdengar suara kegaduhan dari dalam, tapi wartawan tak boleh masuk karena dihalang-halangi oleh sejumlah orang dari luar. “Saat itu kami diintimidasi agar tidak mangambil gambar acara tersebut. Lalu terjadi pengeroyokan yang dilakukan sekitar 20 orang lebih,” Eko menceritakan kejadian pengeroyokan.

Sedangkan Agus Supramono mengatakan jika dirinya sebenarnya sudah tidak masuk dalam ruangan audensi sesuai dengan keinginan warga. Namun karena ada keributan dia berusaha mengambil gambar ke dalam ruang pertemuan, namun dihalang-halangi hingga terjadi pengeroyokan.

Eko dan Agus akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balukamba, Kabupaten Brebes.

Kanit Reskrim Polsek Bulakamba, Tasudin membenarkan adanya laporan penroyokan yang dialami wartawan tersebut. “Wartawan tadi itu mau meliput adanya klarifikasi yang dilakukan oleh Pihak BPD terhadap kepala Desa yang diduga melakukan perbuatan perselingkuhan,” kata Tasudin.

Menurut Tasudin, wartawan tetap berusaha meliput namun dari warga atau tim dari desa memberi peringatan dengan alasan masalah internal dan menyangkut nama baik desa. Lalu setelah itu terjadi cekcok dan terjadi pemukulan.

“Nanti kami lengkapi dari visum, pelaporan, bukti-bukti, saksi yang melihat kejadian, lalu kita tindak lanjuti lebih jauh. Apakah perlu mangambil tindakan ambil upaya paksa atau tidak,” kata Tasudin menambahkan.

Saat ini Polsek Balukamba sedang mencari warga yang saat itu berada ditempat kejadian untuk dimintai keterangan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here