BERBAGI
Pengunjung menikmati panorama Objek Wisata Gubug Serut di Kampung Persen, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Panorama alam di kawasan Objek Wisata Gubug Serut begitu mempesona, sehingga banyak yang datang ke sana. Dalam sehari pengunjungnya mencapai ratusan orang.

Serat.id – Bagi yang suka menikmati wisata alam dan berswafoto, Gubug Serut bisa menjadi pilihan. Objek wisata air yang berada di Kampung Persen, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang itu lagi hit.

Belakangan tempat wisata air tersebut viral di beberapa media sosial di Jawa Tengah karena ramai pengunjung.
Beberapa pengunjung menyatakan dengan berwisata di Gubug Serut dapat menghilangkan rasa penat setelah bekerja selama satu pekan.

Suasana alamnya yang asri membuat benar-benar memanjakan mata pengunjung. Beberapa spot foto instagramable disediakan pengelola, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Baca juga : Pebisnis Wisata Karimunjawa Beralih Profesi Jadi Petani Selama Pandemi

Vihara Buddhagaya, Tempat Berdoa Sekaligus Wisata

Jalur Wisata Jateng Perlu Perhatian

Pengunjungnya ada yang datang rombongan sekeluarga, ada pula pasangan muda-mudi. Mereka menghabiskan waktu seharian menikmati wisata air tersebut.

Salah satu wisatawan, Anjarani (20) mengatakan, senang datang ke destinasi baru ini. Menurutnya, Gunung Serut merupakan tempat yang pas untuk refreshing.

“Di sini sejuk dan tempatnya asri,” ucapnya, Minggu (6/9/2020).

Meski Gubug Serut merupkan tempat wisata baru di Kota Semarang, tak perlu khawatir soal akses jalan. Meski jalan menuju tempat tersebut masih sempit dan terjal namun sudah bisa diakses melalui Google Maps.

Pengunjung bisa mengikuti panduan di Google Maps dengan kata kunci “Gubug Serut”. Lokasinya berada di Jalan Persen Raya, Kampung Persen RW VI, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Jika pengunjung datang dari pusat kota, jaraknya sekitar 12 kilometer. Jika pengunjung pernah ke Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), jaraknya hanya 2 kilometer dari kampus tersebut.

Dari kampus Unnes pengunjung akan diarahkan memasuki gang-gang perkampungan menuju ke objek wisata alam ini.

Setelah itu pengunjung akan melewati jalan cor-coran yang hanya muat dilewati mobil kecil. Bahkan, ada jalan turunan yang cukup terjal. Dengan demikian, tidak disarankan bagi pengendara pemula.

Sementara untuk pengendara mobil harus parkir di atas yang berjarak sekitar 500 meter sebelum lokasi. Jika enggan berjalan kaki, bisa menghubungi panitia, nanti pengelola Gubug Serut akan menjemput.

Namun bagi pengendara sepeda motor bisa sampai ke titik lokasi. Meski begitu, jangan kaget kalau panduan Google Maps berhenti di tengah jalan, masih ada jarak sekitar 200 meter ke arah bawah yang harus dilalui.

“Akses ke sini memang sudah ada di Google Maps tapi jalan sempit, turunannya tajam,” keluh Diana Novita, salah satu pengunjung.

Menurut pengelola Gubug Serut, Yudi Prasetyo, destinasi ini sebenarnya belum resmi dibuka. Pihaknya baru melakukan penjajakan sembari melengkapi fasilitas yang ada. Tetapi dalam dua minggu terakhir ini pengunjung membeludak.

“Ternyata viral. Kalau hari biasa bisa mencapai 200 pengunung per hari. Hari libur tambah banyak, bisa mencapai 500 orang. Paling ramai sore hari,” ujarnya.

Apalagi saat ini pengelola masih menggratiskan biaya masuk. Paling hanya disuruh membayar parkir Rp 2.000. Tarif tambahan, Rp 5.000, untuk yang mau menyewa ban dan Rp 2.000 untuk mandi dan ganti baju.

“Saya tak menyangka wisata Gubug Serut akan viral dan ramai seperti ini,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here