BERBAGI
Medis
Ilustrasi, pixabay.com

Kami sudah melakukan persiapan dengan mendaftarkan dokter yang akan melakukan pemeriksaan yang disebut DPJP, perawat yang akan mendampingi tim medis, bekerjasama dengan BNN dan Himpsi,”

Serat.id – Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP). Dr Kariadi melibatkan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) serta Perawat Pendamping, termasuk melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) untuk mengetes kesehatan pasangan calon kepala daerah di Jawa Tengah.

“Kami sudah melakukan persiapan dengan mendaftarkan dokter yang akan melakukan pemeriksaan yang disebut DPJP, perawat yang akan mendampingi tim medis, bekerjasama dengan BNN dan Himpsi,” kata Ketua tim kesehatan pemeriksaan Calon kepala daerah, dr. Tjokorda Gde Dalem Pemayun, kepada Serat.id, Senin, 7 September 2020 kemarin.

Baca juga : Bulan Depan Pendaftaran Calon Kepala Daerah, Bawaslu Minta Persiapan Dimatangkan

Pilkda Serentak Jateng. Verifikasi Faktual Calon Perseorangan Berpotensi Sengketa

Dugaan Politisasi Bantuan Saat Pandemi, Ini Kata Bawaslu

Tjokorda menyebut pada hari pertama rangkaian proses pemeriksaan ada pemeriksaan psikologi yang meliputi tes tertulis dan wawancara. “Setelah itu selesai, dilanjutkan pemeriksaan yang parallel,” kata Tjokorda menambahkan.

Pemeriksaan paralel yang dimaksud meliputi penyakit dalam, telinga, mata, neurologi. Hari yang kedua, menurut Tjokro, BNN akan melakukan pengambilan darah paslon dan juga mengajukan beberapa pertanyaan penting terkait narkotika, treadmill dan stereometri.

“Kalau hari ketiga, sebagai hari tambahan jika treadmill dan stereometri tidak selesai dilakukan pada hari yang kedua,” kata Tjokorda menjelaskan.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan dalam tiga hari, yaitu dari tanggal 8 sampai 10 September 2020, tim medis akan melakukan rapat pleno untuk menentukan layak dan tidaknya Paslon. Langkah itu dilakukan usai pemeriksaan dasar, temasuk screening PCR, jika negatif baru bisa dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.

Humas RSUP. dr. Kariadi Semarang, Parna, menyatakan pihaknya menjadi rujukan tes bagi Paslon peserta Pilkada 2020 di delapan daerah. “Ada Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Demak, Rembang, dan Kendal,” Kata Parna. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here