BERBAGI
Ilustrasi, Pixabay.com

Gendang telinga anak lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa sehingga rawan pecah

Serat.id – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Muslimah, S.Si,MM, Apt melarang masyarakat mengorek telinga menggunakan cutton bud secara sering. Muslimah menilai ada risiko penggunanan cotton bud.

“Bisa mengakibatkan infeksi, hilangnya kemampuan mendengar secara signifikan dan hal yang fatal gendang telinga bisa pecah,” kata Muslimah belum lama ini.

Menurut Muslimah, kasus tersebut dapat terjadi terutama pada anak-anak yang usianya masih muda, karena gendang telinga anak lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa sehingga rawan pecah.

Baca juga : Ini Risiko Penggunaan Kosmetik Berbahan Zat Kimia

Survei Ini Megungkap Pasien Covid-19 dan Keluarganya Terkena Stigma

Kisah Perjuangan Okti Merawat Anak Pengidap Kanker Tulang

Ia menjelaskan gendang telinga pecah merupakan kondisi di mana terdapat robekan atau lubang kecil pada gendang telinga sehingga menyebabkan sakit telinga, telinga berdenging, telinga berair dapat berisi nanah ataupun darah.

“Bahkan dapat menimbulkan pusing atau vertigo yang menyebabkan mual dan muntah, serta pendengaran berkurang atau hilang dan pecahnya gendang telinga. Jika tidak segera tertangani medis menyebabkan pendengaran hilang secara permanen,” ujar Muslimah menjelaskan.

Ia tak memungkiri selama ini masyarakat umumnya belum mengetahui lubang telinga punya kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Sedangkan pemakaian cotton bud untuk mengorek lubang telinga justru berpotensi mendorong kotoran telinga lebih dalam.

Namun tak jarang masyarakat tergoda untuk membersihkan telinga karena ada semacam getah berwarna cokelat yang nampak di lubang telinga. “Beberapa orang bahkan gemas untuk mengorek getah ini dan mengeluarkannya dari lubang telinga,” katanya.

Getah berwarna coklat tersebut, kata Muslimah, sebetulnya bukanlah kotoran telinga, melainkan zat bernama serumen yang memang diproduksi oleh tubuh. Serumen berfungsi melindungi sekaligus melumasi kedua lubang telinga. Tanpa adanya serumen, bagian dalam telinga justru akan terasa kering dan gatal karena kotoran yang masuk.

Serumen itu merupakan filter bagi telinga karena akan menjerat kotoran dan debu yang tertiup masuk ke lubang telinga akan terperangkap dalam getah berwarna coklat ini, sehingga tak bisa masuk lebih jauh.

“Serumen juga mempunyai daya antibakteri dan cukup mampu mensterilkan telinga dari kuman-kuman yang masuk,” kata Muslimah menambahkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here