BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Kasus Covid-19 aktif Kota Semarang saat ini sejumlah 545, dengan rincian 377 berKTP Semarang dan 168 luar SemaData

Serat.id – Pemerintah Kota (Pemkot)  Semarang diminta untuk klarifikasi data Covid-19 ke pemerintah pusat terkait  dengan informasi yang menyebut ibu kota provinsi Jateng mempunyai kasus Covid-19 tertinggi secara nasional.

“Tolong nanti dikonfirmasi ke Satgas Covid-19 yang ada di pusat agar datanya tidak simpang siur,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu, 9 September 2020.

Baca juga : Pemkot Semarang Bantah Sebagai Daerah Tertinggi Covid-19 Nasional

Kematian Covid-19 Awal September Lebih Banyak dari Data Pemerintah

Kenang Tenaga Kesehatan, Relawan Lapor Covid-19 Luncurkan Pusara Digital

Sebelumnya, dikabarkan Kota Semarang beberapa kali disebut sebagai penyumbang kasus positif Covid-19 tertinggi nasional.  Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito pada Selasa (8/9/2020) mengatakan Kota Semarang menjadi daerah tertinggi Covid-19 dengan jumlah kasus positif 2.591.

Padahal, dalam website resmi Covid-19 Kota Semarang menyebutkan jumlah kasus positif pada hari yang sama hanya 507.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan Dinkes telah melakukan pengamatan dan penelusuran data yang didapat dari pusat yang hasilnya ada beberapa data dari pusat yang kurang sesuai dengan data di Kota Semarang.

“Beberapa hari lalu saat berita tersebut muncul, saya langsung menghubungi Kepala Dinas untuk mengkonfirmasi data ke pusat. Setelah beberapa hari dikomunikasikan dan analisa serta pencocokan ternyata ada temuan-temuan yang kurang pas dengan data kami di Semarang.”  Kata Wali Kota yang akrap dipanggil Hendi tersebut.

Tercatat Dinas Kesehatan Kota Semarang telah memverifikasi data Covid-19 yang hasilnya per Rabu 9 september pukul 11.00, kasus Covid-19 aktif Kota Semarang sejumlah 545. Dengan rincian 377 berKTP Semarang dan 168 luar Semarang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here