BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Jangan korbankan nyawa warga demi ekonomi wisata atau pembukaan mal baru yang mengundang banyak pungunjung.

Serat.id – Festival Kota Lama yang akan digelar di kawasan Objek Wisata Kota Lama Semarang pada 17-27 September 2020 dikhawatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Itu ide ngawur. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengganggap sepele Covid-19 ini,” kata pegiat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Cornelius Gea kepada Serat.id, Kamis, (10/9/2020).

Baca juga : Pemkot Semarang diminta Klarifikasi Data Covid-19 ke Pusat

Kematian Covid-19 Awal September Lebih Banyak dari Data Pemerintah

Kenang Tenaga Kesehatan, Relawan Lapor Covid-19 Luncurkan Pusara Digital

Dia khawatir acara bertajuk  ‘’Kuno, Kini, Nanti’’ justru akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Hal itu seperti pada April lalu saat Pemkot Semarang mengizinkan Kapal Pesiar MV Colombus bersandar dan menurunkan 1.044 turis asing.  “Semua penumpang itu dibiarkan berkeliaran di Semarang,” katanya

Menurutnya, saat daerah lain sibuk menangani Covid-19, Pemkot Semarang malah sibuk promosi dan melakukan kegiatan wisata. Seharusnya, kata dia, pemerintah serius mengatasi kasus ini.

“Jangan korbankan nyawa warga demi ekonomi wisata atau pembukaan mal baru yang mengundang banyak pungunjung,” tandasnya.

Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, harus dipahami dahulu konsep acaranya supaya tidak ada rasa khawatir. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here