BERBAGI
Ilustrasi Kekeringan (pixabay.com)

Sebanyak 2.345.169 warga di Jateng rawan terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Mereka membutuhkan 35.177.535 liter air bersih per hari.

Serat.id – Sebanyak 1.800 desa di Jawa Tengah rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Desa-desa itu tersebar di 326 kecamatan di 31 kabupaten / kota.

“Kami telah mengeluarkan surat edaran kepada kepala pelaksana harian (Kalakhar)  BPBD kabupaten/kota se-Jateng bernomor 360/4683/ 2020 yang diperbaharui dengan nomor 360/591/2020. Ini sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau tahun 2020,” kata Kalakhar BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana, di Semarang.

Baca juga : Dewan Minta Pemprov Jateng Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Atasi Kekeringan, Pemprov Jateng Kucurkan Dana Rp 40 Miliar

Musim Kemarau, BPBD Jateng Lebih Mewaspadai Kebakaran Hutan

Pihaknya juga meminta kepada Kalakhar BPBD kabupaten / kota untuk melaporkan data penyaluran bantuan air bersih dalam penanganan bencana kekeringan. ’’Kami juga meminta agar mengaktifkan posko siaga BPBD,’’ katanya.

Berdasarkan data BPBD diketahui, jumlah kecamatan yang rawan kekeringan terbanyak ada di Kabupaten Banyumas, yakni  27 kecamatan dan 331 desa.

Hal itu disusul Kabupaten Cilacap yang meliputi 73 desa di 19 kecamatan. Kemudian, Kabupaten Kebumen (94 desa di 18 kecamatan), Grobogan (132 desa di 17 kecamatan), dan Jepara (39 desa di 16 kecamatan). Lalu, Blora, Brebes, dan Purbalingga (masing-masing 15 kecamatan).

“Total warganya ada 780.233 keluarga atau 2.345.169 orang dengan kebutuhan air bersih sebanyak 35.177.535 liter per hari,” jelasnya.

Dia mengatakan, tahun ini pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih di beberapa daerah di Jateng. Dia mencontohkan, di Kabupaten Sragen sudah disalurkan bantuan air bersih sebanyak 35 tangki. Per tangki berisi 6.000 liter. Bantuan itu disalurkan pada 26, 27, 28, 29, dan 30 Agustus 2020.

Pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 55 tangki  di Kabupaten Grobogan pada Agustus 2020 lalu. Di Kabupaten Pati sebanyak empat tangki, Kabupaten Sukoharjo 22 tangki, dan Kabupaten Blora sebanyak 14 tangki.

“Kami akan menyalurkan bantuan air bersih lagi pada September ini sebanyak 480 tangki atau senilai Rp 120 juta. Sasarannya, Kabupaten Rembang, Karanganyar, Kota Pekalongan, dan Kota Surakarta,” imbuhnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here