BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Laporan dari masyarakat sejak April hingga September 2020 itu didominasi terkait pelanggaran protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, dan berkerumun.

Serat.id – Koalisi Warga Lapor Covid-19 menerima sekitar 4.000-an laporan dari masyarakat sejak April hingga September 2020. Laporan tersebut didominasi terkait pelanggaran protokol kesehatan.

“Laporan terkait pelanggaran protokol kesehatan sebanyak 56,8 persen. Hal itu seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, dan berkerumun,” ujar  Yoesep Budianto dari Koalisi Warga Lapor Covid-19, dalam Konferensi Pers Laporan Warga dan Informasi Data Pandemi Lapor Covid-19, Jumat, 11 September 2020.

Baca juga : Peserta Ujian CPNS Penuhi Kawasan Udinus di Tengah Pandemi

Warung Legendaris di Kota Semarang ini Menjadi Klaster Baru Covid-19

Festival Kota Lama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Menurut Yosep sebanyak 31,4 persen laporan masyarakat berisi tentang layanan kesehatan, di mana masyarakat kesulitan mengakses tes swab di puskesmas dan  rumah sakit.

Ia juga mengungkapkan ada masyarakat yang ditolak untuk tes swab oleh puskesmas dan rumah sakit dengan dalih tidak tersedia alat tesnya.

“Padahal kita tahu bahwa kasus Covid-19 ini di-handle langsung oleh (pemerintah) pusat, sehingga semua fasilitas yang diperlukan dapat  diakses dengan baik,” ujarnya.

Sementara laporan masyarakat lainnya berisi tentang layanan nonkesehatan sebanyak 4,8 persen, laporan kematian sebanyak 1,4 persen, laporan bantuan sosial sebanyak 1,2 persen, laporan masyarakat tentang stigma 0,3 persen, serta laporan masyarakat lainnya sebanyak 4,2 persen.

Yosep menilai laporan yang diterimanya dari masyarakat yang tersebar di 21 provinsi. Laporan tersebut selanjutnya akan diverifikasi. Lalu ditindaklanjuti dengan empat opsi, antara lain pendampingan terhadap pihak pelapor, pendekatan ke otoritas dan atau terlapor, penyampaian somasi ke otoritas atau terlapor, pengajuan gugatan hukum.

Nah hal ini memang kami lakukan karena (pelapor) harus ditolong karena mereka yang  langsung mengalami,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here