BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Festival Kota Lama merupakan jualan secara online. Jadi tidak berpotensi mengundang kerumunan massa.  

Serat.id – Setelah mendapat kritik dari masyarakat terkait penyelenggaraan Festival Kota Lama pada masa pandemi Covid-19, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi angkat bicara.

Dia memastikan festival yang akan digelar pada 17-27 September 2020 hanya kegiatan jual-beli barang secara online.

“Festival Kota Lama yang saya tahu hanya jualan secara online,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi seusai pembukaan gerakan memakai masker di halaman Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman), Minggu 13 September 2020.

Baca juga : Festival Kota Lama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Warung Legendaris di Kota Semarang ini Menjadi Klaster Baru Covid-19

Koalisi Warga Lapor Covid-19 Terima 4.000 Aduan

Dia menjelaskan, jadi potensi mengundang kerumunan massa kecil. Untuk upacara pembukaan Festival Kota Lama, kata dia, akan diselenggarakan di dalam ruangan.

“Kami menilai Festival Kota Lama tidak mengundang kerumunan massa. Untuk memastikannya coba tanya ke Bu Yeni Toko Un. Beliau tahu konsepnya seperti apa,” imbuhnya.

Sebelumnya, pegiat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Cornelius Gea meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempertimbangkan kembali rencana digelarnya Festival Kota Lama 2020 secara realistis dari berbagai aspek.

“Pemerintah Kota Semarang jangan mengganggap sepele Covid-19,” kata Cornelius Gea.

Cornel, sapaan akrabnya, khawatir acara bertajuk  ‘’Kuno, Kini, Nanti’’ menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Hal itu mengacu pada pengalaman yang terjadi pada April lalu saat Pemkot Semarang mengizinkan Kapal Pesiar MV Colombus bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang yang membawa 1.044 turis asing.

 “Jangan korbankan nyawa warga demi ekonomi wisata atau pembukaan mal baru yang mengundang banyak pungunjung,” imbuhnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here