BERBAGI
Ilustrasi kotak suara. (Pixabay.com)

Dari enam pasang kandidat yang akan melawan kotak kosong dalam pilkada itu, hanya satu pasangan yang bukan pertahana.

Serat.id – Sebanyak enam pasangan calon (paslon) akan melawan kotak kosong pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Jawa Tengah, 9 Desember 2020 mendatang.

Dari enam pasang kandidat itu hanya satu pasangan yang bukan pertahana. Adapun kelima paslon petahana itu berasal dari Kota Semarang, Grobogan, Boyolali, Sragen, dan Kebumen.

“Jadi di Jateng paslon yang akan melawan kotak kosong dan bukan petahan hanya di Wonosobo,” Kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat, Senin (14/9/2020).

Baca juga : Suhu Tubuh di Atas 37, 5 Derajat, KPU Siapkan Bilik Khusus

Ini Alasan Komnas HAM Sarankan Pilkada Serentak Ditunda

Bawaslu Sebut Partai Pengusung Paslon Pilkada Tak Patuh Protokol Kesehatan

Dia menjelaskan, tahun ini yang akan menggelar pilkada di Jateng sebanyak 21 daerah.

“Kami sarankan digelar secara daring karena ada pandemi Covid-19. Jadi kami akan memaksimalkan secara daring saja,” ujarnya.

Begitu juga dalam kampanye,  dia menyarakan agar dilakukan secara daring, termasuk dalam debat publik.

Dia menambahkan, nantinya pihaknya akan mengatur agar debat publik disiarkan oleh lembaga penyiaran publik maupun swasta.

“Sebenarnya dalam aturan pemilu masih boleh debat terbuka dengan tatap muka dangan jumlah peserta maksimal 50 orang. Namun kami sarankan secara daring saja biar aman,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Kota Semarang, Muhammad Amin  mengatakan, saat kampanye wajib mematuhi protokol kesehatan.

’’Jika melanggar akan diberikan teguran atau dibubarkan,” katanya.

Pihaknya akan melibatkan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Hal ini masih dalam tahap pembahasan antara Bawaslu, KPU, dan DPR yang nantinya bisa dimasukkan ke dalam Undang-Undang Kedaruratan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here