BERBAGI

Dampak kosongnya obat ini jelas merugikan ODHA. Sebab, mereka tidak boleh putus dari obat ARV jenis FDC ini. 

Serat.id – Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)  mengeluhkan terbatasnya kesediaan obat antiretroviral (ARV) jenis fixed-dose combination (FDC) di Kota Semarang. 

Pada Augustus lalu, Kota Semarang mengalami kekosongan stok obat tersebut.

“Untuk di tingkat provinsi, tiga bulan lalu, memang kosong. Lalu, untuk Kota Semarang pada bulan Augustus Kosong,” Kata Widodo dari Indonesia AIDS Coalition sebagai ARV Community Support (ACS) kepada Serat.id, Senin, (14/9/2020).

Baca juga : Merawat Anak-Anak Pengidap HIV/Aids di Rumah Aira

“Berani Gundul” Gerakan Melawan Kanker Pada Anak

Cerita Dari Markas Pejuang Melawan Kanker

Meski pada September ini sudah ada lagi, namun Widodo menyesalkan obat tunggal FDC diganti dengan obat FDC pecahan. 

“Biasanya minum obat tunggal FDC sekarang harus minum obat pecahan, meskipun kegunaanya sama namun itu merepotkan ODHA,” terangnya. 

FDC terdiri atas kombinasi obat Tenofovir, Lamivudine dan Efavirenz dalam satu tablet, sekarang di pecah tiga bagian tersebut. 

Dampak kosongnya obat ini jelas merugikan ODHA, karena mereka tidak boleh putus dari FDC. 

“Saya sering memantau terkait ketersediaan obat di Kota Semarang maupun Jawa Tengah, jadi saya tau ketersediaan obat tersebut ada atau tidak,” katanya. 

PDC tunggal yang diminum per 12 jam atau per 24 jam sekali ini, jika dipecah menjadi tiga bagian tentu akan merepotkan dan dikhawatirkan akan mempunyai efek samping. 

“Khawatirnya kalo dipecah nanti akan ada efek samping terlebih pada Efavirenznya,” katanya. 

Dia berharap Pemerintah Kota Semarang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pengadaan obat tersebut. 

“Kami mendorong dinas terkait untuk mengajukan kepada pemerintah pusat terkait obat untuk ODHA,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam mengatakan, ketersediaan obat untuk ODHA masih terbatas. 

“Saat ini yang tersedia tidak sampai satu bulan, besok proses permintaan ke provinsi, karena FDC dari pusat baru datang,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here