BERBAGI
Hukum,sidang
Ilustrasi, pixabay.com

Sengketa lahan di Urutsewu Kebumen, pencemaran limbah PT Rayon Utama Makmur di Sukoharjo, dan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Rembang.

Serat.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyoroti tiga kasus pelanggaran menonjol di Jawa Tengah. Sejumlah kasus itu sebelumnya diadukan oleh publik, di antaranya sengketa lahan di Urutsewu Kebumen, pencemaran limbah PT Rayon Utama Makmur di Sukoharjo, dan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Rembang.

“Tiga kasus itu harus menjadi atensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dari tiga kasus itu permasalahan Pegunungan Kendeng saya milihat harus dibahas sendiri karena skala dan kedalaman materi,” ujar Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Selasa, 15 September 2020.

Baca juga : Ini Alasan Komnas HAM Sarankan Pilkada Serentak Ditunda

Komnas HAM mengingatkan Pemerintah Soal Komitmen Demokrasi

Komnas HAM Tinjau Lokasi Pencemaran B3 PLTU Karang Kandri

Ia tak memungkiri selama ini Pemprov Jateng menganggap tak ada pelanggaran dalam pembangunan pabrik semen di pegunungan kapur tersebut. Sedangkan warga sekitar melihat hal sebaliknya. “Saya kira perlu waktu. Komnas HAM juga harus mempelajari lebih detil tentang Kendeng itu,” kata Beka menambahkan.

Selain sjeumlah kasus itu, Beka juga menyebutkan kasus aduan pelanggaran HAM lain di Jawa Tengah yaitu sengekta lahan antara PT KAI dengan warga di Rembang dan Megelang; kebebasan beragama serta berkeyakinan di Wonosobo, Semarang, dan Kendal; serta sengketa pedagang pasar di Tegal.

Ia minta agar Pemprov Jateng merespon aduan dari warga tersebut. “Saya minta tak hanya selesai di permukaan, tetapi menyelesaikan yang laten-laten sepaya tak membesar lagi,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga yang mengadukan pelanggaran HAM agar mengirim laporan kepadanya. Menurut dia, laporan tersebut harus dilengkapi dengan data-data pendukung dan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil pihak yang dilaporkan. “Kami kemarin menyelesaikan beberapa kasus dengab Komnas HAM. Kami sepakat berkomitmen,” kata Ganjar Pranowo . (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here