BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Pemerintah tengah mengerahkan aparat untuk mendisiplinkan warga agar menaati protokol kesehatan, tetapi acara seperti FKL tetap diadakan. Hal ini seperti dipaksakan di tengah pandemi. 

Serat.id – Festival Kota Lama (FKL) 2020 bertajuk “Kuno, Kini, Nanti” akhirnya digelar secara online, setelah mendapat kritik dari masyarakat karena dikawatirkan bisa menyebabkan klaster baru penyebaran Covid-19

Sebelumnya, kegiatan ini akan dihelat secara offline selama 11 hari pada 17-27 September 2020.  Akhirnya pembukaan akan digelar pada 18 September 2020.

Pegiat Lembaga Bantuan Hukum (LBH)  Semarang Cornelius Gea, menilai FKL ini tidak menggambarkan ajakan pendisiplinan terhadap pencegahan Covid-19.

Padahal, kata dia, pemerintah mengerahkan aparat untuk mendisiplinkan warga untuk menaati protokol kesehatan, tetapi acara seperti FKL tetap diadakan. Hal ini seperti dipaksakan di tengah pandemi.  

Dia menambahkan, acara seperti FKL dan Borobudur Marathon yang berpotensi memperparah sebaran covid-19 seharusnya ditunda dulu.

“Mau dibuat virtual pun sebagain kan tetap aja ada kontak dan pertemuan. Saya heran ini kok Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ngebet banget di bidang pariwisata. Nanti dulu lah. Kalau sebaran makin parah yang disalahkan juga masyarakat,” katanya.

Baca juga : Festival Kota Lama Rawan Jadi Klaster Baru, Ini Kata Hendi

Festival Kota Lama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Koalisi Warga Lapor Covid-19 Terima 4.000 Aduan

Sementara itu, Ketua Panitia FKL 2020, Yeru Salimianto mengatakan, acara ini tetap berlangsung hanya saja dalam kemasan virtual. Kegiatan akan digelar pada 18 September 2020 pukul 19.00 melalui kanal Youtube Mahkota Enterprise.

“Diselenggarakan secara virtual dan fokus pada live streaming concert. Ini merupakan solusi terbaik. FKL 2020 tetap berlangsung, tapi upaya pencegahan virus juga tetap dijalankan,” katanya melalui rilis diterima Serat.id, Kamis (17/9/2020).

Yeru menambahkan, untuk rangkaian kegiatan FKL 2020 seperti Pasar Sentiling atau Walking Tour Kota Lama, akan digelar setelah kondisi kondusif.

Terpisah Gubernur Ganjar Pranowo juga menyoroti penyelenggaraan FKL 2020. Ia menginstruksikan, agar kegiatan ini dialihkan ke konsep virtual.

“Sampai pagi ini saya masih dimintai masukan terhadap beberapa event, umpamanya Festival Kota Lama. Seumpama Anda bisa virtual, go. Tapi kalau masih ada pengumpulan massa, no,” tandas Ganjar saat menjadi inspektur upacara pada Gelar Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan di Balai Kota Semarang, Rabu (16/9/2020).(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here