BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Dukungan mayoritas tersebut dipastikan Pasangan Hendi-Ita melawan kotak kosong dalam Pilwakot tahun ini.

Serat.id – Seluruh partai politik di Kota Semarang kompak mengusung petahana Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu di Pemilihan Kepala Daerah 2020. Sehingga memuluskam langkah pasangan yang dikenal Hendi-Ita tersebut menjadi calon tunggal.

Hendrar Prihadi atau akrap disapa Hendi menyebut, dukungan seluruh partai yang memiliki wakil di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang merupakan capaian langka. Dukungan mayoritas tersebut dipastikan Pasangan Hendi-Ita melawan kotak kosong dalam Pilwakot tahun ini.

“Kalau nanti ternyata masih bisa calon lain juga oke,” kata Hendi ketika usai pemeriksaan kesehatan di RSUP dr Kariadi pada pekan lalu.

Baca juga : Hendi-Ita dipastikan Calon Tunggal, Pengamat : Krisis Kaderisasi Partai

Enam Paslon di Jateng Melawan Kotak Kosong

Daftar ke KPU, Pasangan Bakal Calon Hendi – Ita dipastikan Tak Punya Pesaing

Pasangan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu kembali maju dalam Pilkada diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menguasai 19 kursi di DPRD Kota Semarang. Adapun partai lain yang turut mengusung Hendi-Ita adalah Demokrat, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKS, PAN, PKB, dan PSI. Kemudian partai di luar DPRD Kota Semarang yang mendukung yaitu PPP, PBB, PKPI, Hanura, dan Berkarya.

PKS menjadi partai yang paling akhir memberikan rekomendasi untuk Hendi-Ita. Dalam Pilkada sebelumnya, PKS berkoalisi dengan PKB mengusung pasangan Soemarmo-Zubair Safawi. Namun kini mereka bergabung koalisi inkumben. “Tidak mendadak, semua berproses,” ujar anggota Fraksi PKS di DPRD Jateng, Agung Budi Margono.

Agung turut hadir ketika Hendi mendaftar Bakal Calon Wali Kota Semarang ke KPU pada Jumat lalu, 4 September 2020. Dia mengungkapkan, PKS memberikan restu untuk Hendi-Ita kembali maju setelah kontrak politik yang mereka sodorkan disanggupi. Menurut Agung, ada dua belas kesepakatan antara PKS dengan Hendi-Ita. “Termasuk isu ketahanan keluarga,” kata Agung menambahkan.

Meski ia mengakui sebelum mengusung petahana, Agung mengaku partainya punya kandidat lain. Trmasuk berkomunikasi dengan partai lain untuk memunculkan calon lain. Namun PKS akhirnya bergabung dengan koalisi besar Hendi-Ita. “Semua dipertemukan dalam realitas politik bahwa kita tak bisa koalisi,” kata Agung menjelaskan . “Tentunya opsi itu (mengusung calon lain) ada sebagai sebuah kewajaran, partai pasti berusaha untuk kadernya,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Semarang Wahyu Winarto juga mengaku memiliki kandidat lain sebelum akhirnya mendukung Hendi-Ita. Wahyu sesumbar peluang kandidatnya tersebut cukup kuat dan mampu bersaing dengan petahana. “Kebetulan calon kita di DPR RI,” kata Wahyu.

Menurut dia, mengusung calon dari internal Demokrat yang kini duduk di parlemen butuh pengorbanan. Pasalnya, kandidat tersebut harus menanggalkan jabatannya dari kursi DPR RI. Melihat situasi politik di lapangan, Demokrat dalam Pilkada tahun ini akhirnya memilih mengusung inkumben. “Kita realistis,” kata dia.

Wahyu mengungkapkan, kandidat dari internal Demokrat tersebut akan disimpan untuk Pilkada mendatang. Menurut dia, dalam Pilkada selanjutnya peluang kandidatnya akan semakin besar. “Situasinya lain, inkumben tak bisa maju lagi,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Kota Semarang Muhammad Mahsun, melihat mendukung petahana dalam Pilkada tahun ini merupakan langkah yang realistis untuk partainya. Apalagi, saat ini PKB hanya memiliki empat kursi di DPRD Kota Semarang. Sementara beberapa partai yang memiliki kursi lebih banyak telah lebih dulu mendukung Hendi-Ita. “Dalam perjalanan inilah yang pasing visible kita dukung,” tuturnya. “Kita harus rasional.” (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here