BERBAGI
Ilustrasi kebebasan pers. (Pixabay.com)

“Kekerasan tersebut berbentuk kekerasan digital seperti doxing dan peretasan, hingga kekerasan fisik,”

Serat.id – Angka kekerasan terhadap jurnalis selama tahun 2020 masih tinggi, ironisnya tak ada yang dituntaskan oleh aparat. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat, setidaknya ada 53 kasus kekerasan terhadap jurnalis dalam rentang waktu tersebut.

“Kekerasan tersebut berbentuk kekerasan digital seperti doxing dan peretasan, hingga kekerasan fisik,” ujar Koordinator Divisi Advokasi AJI Indonesia, Sasmito Madrim, dalam diskusi media daring berjudul “21 Tahun UU pers, Potret Pers Indonesia Pasca Reformasi” yang diselenggarakan Rabu, 23 September 2020.

Baca juga : Jurnalis Anti Kekerasan Sayangkan Pencabutan RUU PKS Dari Prolegnas

Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Meliput Kebebasan Beragama Meningkat

Ironi Kebebasan Pers, Jurnalis Asal Sulawesi ini Mati dibunuh

Menurut Sasmito, salah satu kendala dilihat dari tidak banyak media yang tidak ikut mendampingi jurnalisnya. Bahkan Sasmito menyebut masih banyak kasus kekerasan terhadap jurnalis yang belum diproses sampai tuntas, sedangkan tak jarang pelaku kekerasan terhadap jurnalis merupakan pihak kepolisian.

“Belum ada tindak lanjut atau kasus yang tuntas, kasus September ada 13 kasus dan belum ada yang dilimpahkan ke kejaksaan” kata Sasmito menambahkan.

Sasmito meminta kepada institusi kepolisian membentuk peraturan Kapolri agar kesepakatan yang telah dibuat antara Dewan Pers dan Polri lebih efektif, sehingga para personel yang bertugas di lapangan tak melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

Kepala Biro Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan lembaganya terus melakukan evaluasi terhadap anggota di lapangan. “Tentunya ini menjadi bahan evaluasi anggota kita dilapangan,” kata Setiyono.

Ia mengaku polisi juga serba salah menghadapi kekerasan jurnalis karena peran pertama polisi  memelihara Kamtibmas, mengamankan demonstrasi tapi di lain pihak ada media yang meliput.

“Saya lihat itu kejadian-kejadian berimbas ke teman-teman media, terkait dengan posisi media dan pengamanannya.” ujar Setiyono menambahkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here