BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Ada juga 147 pemilih yang memenuhi syarat namun belum terdaftar dalam DPS, sedangkan 24 pemilih diperbaiki identitasnya

Serat.id – Bawaslu Kabupaten Rembang menemukan 1.834 pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Data tersebut diperoleh ketika Bawaslu Rembang memverifikasi DPS pada 19 hingga 28 September 2020.

“Terdapat 671 pemilih yang sudah meninggal, 239 pemilih yang pindah domisili, 11 pemilih yang tidak dikenal atau bukan penduduk setempat, dan 913 pemilih yang berpotensi ganda,” ujar anggota Bawaslu Rembang, M. Maftuhin Selasa, 29 September 2020.

Baca juga : Radio Diminta Ikut Dongkrak Partisipasi Pemilih

Dua Daerah di Jateng Ini Paling Rawan Pilkada 2020

Ini Alasan Komnas HAM Sarankan Pilkada Serentak Ditunda

Maftuhin juga menemukan terdapat 147 pemilih yang memenuhi syarat namun belum terdaftar dalam DPS, sedangkan 24 pemilih diperbaiki identitasnya, serta 78 pemilih disabilitas. “Temuan tersebut telah disampaikannya kepada KPU Rembang untuk ditindaklanjuti,” kata Mahfudin menambahkan.

Berharap masyarakat dan semua pihak bekerja sama mencermati DPS yang telah diumumkan untuk memperolah daftar pemilih yang aktual dalam Pilkada 2020. Bawaslu Kabupaten Rembang juga meminta kepada KPU agar cermat, teliti, dan profesional dalam menyusun data pemilih. “Sebab, DPS tersebut akan dijadikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) setelah mendapat masukan dan tanggapan masyarakat,” katanya.

Ketua KPU Rembang, M.Iqbal Fahmi, mengatakan saran dari Bawaslu telah diterimanya dalam dua tahap. Pertama diterima pada Jumat, 25 September, sementara tahap kedua diterima pada Selasa, 29 September.  

“Data saran perbaikan tersebut sudah kami turunkan ke jajaran Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk dicermati dan diverifikasi kebenarannya,” ujar Fahmi

Iqbal menjelaskan data pemilih yang meninggal akan dicoret dari DPS. Sementara, untuk pemilih yang pindah domisili akan diverifikasi kebenarannya berdasarkan KTP elektronik pemilih.

“Jika terbukti benar maka akan kami coret dari DPS tapi jika salah akan tetap kami pertahankan di DPS,” kata Fahmi menjelaskan.

KPU juga akan memverifikasi terhadap potensi pemilih ganda, sebab data di dominasi ganda antar desa dalam satu kecamatan dan antar desa beda kecamatan. Iqbal menjelaskan temuan Bawaslu berupa pemilih ganda tanpa didukung dari fotocopy KTP elektronik dari setiap pemilih dan tanpa verifikasi di lapangan.

”Padahal data ganda yg disampaikan NKK (Nomor Kartu Keluarga) berbeda, alamatnya berbeda, bisa jadi pemilih tersebut memang berbeda atau tidak ganda. Maka jajaran kami harus memastikan dulu kebenarannya di lapangan,” katanya.

Jika temuan pemilih ganda terbukti benar, maka KPU akan mencoret salah satu pemilih yang tidak sesuai dengan domisili KTP elektoniknya, namun jika terbukti tidak ganda maka akan dipertahankan di DPS. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here