BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Sangat memprihatinkan meski pemerintah dan banyak pihak gencar mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan

Serat.id Tim Mitigasi IDI  bersama dengan Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyebutkan per hari Sabtu 3 Oktober 2020 terdapat 130 dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka terdiri 67 Dokter Umum 61 dokter spesialis, serta 2 orang residen.

“Keseluruhan dokter tersebut berasal dari  18 IDI Wilayah atau provinsi dan 61 IDI Cabang Kota dan Kabupaten,” kata Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Ari Kusuma, dalam keterangan resmi, Minggu, 4 Oktober 2020.

Baca juga : IDI Jateng Desak Pemerintah Transparan Data Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Tangani Covid-19, Dalam Sepekan Empat Dokter di Semarang Raya Gugur

Ini Anjuran Dokter Anak Mengenai Belajar di Masa Pandemi Covid-19

Ari menyebut kematian dokter itu sangat memprihatinkan meski pemerintah dan banyak pihak gencar mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan. “Namun jumlah kematian tenaga kesehatan terutama dokter semakin bertambah pesat,” kata Ari menambahkan.

Angka kematian yang cepat ini membuktikan bahwa masyarakat tidak hanya abai terhadap pelaksanaan protokol kesehatan namun juga tidak peduli pada keselamatan tenaga kesehatan. Sedangkan kehilangan para tenaga kesehatan merupakan kerugian besar bagi sebuah bangsa terutama dalam mempertahankan dan pengembangan aspek kesehatan.

Menurut dia, jumlah tenaga kesehatan terutama dokter di Indonesia sebelum pandemi Covid sudah merupakan salah satu yang terendah di Asia dan dunia. Dengan jumlah dokter yang ada, rata-rata 1 (satu) orang dokter diestimasikan melayani 3 ribu masyarakat.

“Banyaknya korban dari tenaga kesehatan saat ini, maka ke depan layanan kesehatan pada pasien baik covid maupun non covid akan terganggu karena kurangnya tenaga medis,” kata Ari menjelaskan.

Tim Mitigasi PB IDI berharap masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid ini. Semakin masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, maka Indonesia akan sulit melewati masa pandemi ini dan bukan hanya kerugian secara ekonomi namun juga korban jiwa baik tenaga kesehatan, keluarga, maupun diri sendiri.

Ketua Tim Protokol dari Tim Mitigasi IDI, Eka Ginanjar, mengingatkan agar publik selalu menggunakan masker yang baik dan benar dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19.

“Termasuk menjaga diri kita dan orang lain yang kita sayangi dari tertular COVID-19 maka langkah 3M harus dilaksanakan,” kata Eka.

Ia menyarankan penggunaan masker dengan baik dan benar menjadi barrier jalur masuk dan keluar dari proses penularan Covid-19 yang menular melalui droplet atau bahkan aerosol pada kondisi ruangan dengan sirkulasi yang tidak baik.

“Termasuk menjaga jarak lebih dari 1 meter, menghindari kerumunan apalagi beraktifitas bersama dalam waktu lama dengan sirkulasi udara tertutup, termasuk makan bersama,” kata Eka menambahkan.

Ia juga menyarankan agar selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dengan benar selama 40 hingga 60 detik atau bila tidak ada dapat menggunakan Handsanitizer berbasis alkohol.

“Pelaksanaan 3M ini harus dilaksanakan secara masif oleh semua orang  tanpa kecuali. Dengan demikian penyebaran Covid-19 ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga dapat menekan jumlah korban dan kerugian yang lebih besar dari berbagai sektor,” kata Eka menegaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here